Membaca Realitas

Perkuat Pemasaran Digital, Baznas Latih 35 Pelaku UMKM di Ternate

TERNATE, Kalesang — Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Ternate didorong untuk semakin adaptif menghadapi perubahan pola pemasaran di era digital. Salah satu upaya tersebut dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui pelatihan konten dan digital marketing bagi para pelaku usaha.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Oktober 2026, itu diikuti 35 peserta dan dipusatkan di Sentra Wasana Bahagia Kemensos, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan.

Kepala Divisi Perdagangan dan Umum Baznas RI, Deden Kuswanda, mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memasarkan sekaligus mengenalkan produk kepada konsumen.

Menurut dia, pelaku UMKM tidak lagi cukup mengandalkan pemasaran secara konvensional. Produk yang dihasilkan perlu diperkenalkan melalui berbagai platform digital agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

“Baznas berupaya mendorong UMKM agar mampu memanfaatkan konten digital untuk membantu memasarkan produk mereka,” kata Deden.

Ia menjelaskan, kemampuan memproduksi konten menjadi salah satu keterampilan dasar yang perlu dimiliki pelaku usaha sebelum mengembangkan strategi pemasaran lainnya, seperti personal branding, product branding hingga affiliate marketing.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Kota Ternate. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Ternate, Fahruddin, yang hadir mewakili Wali Kota Ternate, mengapresiasi langkah Baznas dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

Fahruddin menilai pelatihan tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kemampuan dan kapasitas pelaku usaha.

“Pengetahuan mengenai pembuatan konten dan digital marketing dapat membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran produk. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan usaha,” ujarnya.

Ketua Baznas Kota Ternate, H. Adam Marus, mengatakan peran Baznas tidak sebatas pada penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Lembaga tersebut juga berupaya berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat, khususnya melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro.

Menurut Adam, digitalisasi telah menjadi bagian penting dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia usaha. Karena itu, pelaku UMKM perlu dibekali kemampuan agar produk mereka mampu bersaing di pasar digital.

“Semua sektor kehidupan saat ini membutuhkan digitalisasi. Karena itu, untuk meningkatkan kualitas usaha kecil, Baznas mengambil langkah agar konten-konten produk UMKM mampu bersaing secara terbuka di pasar digital,” katanya.

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan praktisi digital, influencer media sosial, serta pelaku usaha binaan Baznas yang telah berhasil mengembangkan bisnis melalui pemasaran digital.

Salah satu pemateri adalah Edo Saputra, Founder Batavia Uniform Jakarta. Ia merupakan salah satu pelaku UMKM binaan Baznas yang mengawali usaha dari skala kecil hingga berhasil mengembangkan pemasaran produknya secara nasional dengan omzet mencapai miliaran rupiah.

Tidak berhenti pada pelatihan, Baznas juga menyiapkan program pendampingan bagi peserta. Setelah mengikuti kegiatan selama dua hari, para peserta akan mendapatkan pendampingan selama tiga bulan untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

Program pelatihan konten dan digital marketing tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di 12 kota. Pada 2026, Baznas menetapkan empat kota sebagai sasaran kegiatan, dengan Kota Ternate menjadi salah satunya melalui kolaborasi antara Baznas RI dan Baznas Kota Ternate.