Membaca Realitas

Viral Video Anggota DPRD Kepulauan Sula Akui Mabuk Saat Pesta di Desa Bajo

SANANA, Kalesang – Sebuah video amatir yang memperlihatkan anggota Komisi 1 DPRD  Kabupaten Kepulauan Sula, Julkifli Umagap dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP) mengaku sedang mabuk di hadapan warga menjadi perbincangan publik. Peristiwa itu disebut terjadi saat acara pesta di Desa Bajo, Kecamatan Sanana Utara, Minggu (25/10/2026).

Menanggapi peristiwa tersebut, Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres, mengatakan pihak kepolisian telah memberikan imbauan terkait pembatasan waktu pelaksanaan pesta serta melakukan penertiban di lokasi kegiatan.

“Kita sudah melakukan imbauan terkait pembatasan waktu pesta dan melakukan penertiban,” kata Handres saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, terkait pernyataan anggota DPRD tersebut, kepolisian tetap melakukan langkah-langkah mitigasi agar kegiatan pada malam itu dapat ditertibkan.

“Terkait pernyataan beliau, kita tetap melakukan langkah-langkah mitigasi agar acara malam itu dapat ditertibkan,” ujarnya.

Video berdurasi sekitar empat menit tersebut memperlihatkan Julkifli Umagap yang  berbicara di hadapan sejumlah warga. Dalam rekaman itu, ia menyebut dirinya sebagai anggota DPRD yang dikenal dengan julukan “Harimau Rakyat”.

“Saya sekarang dalam setengah mabuk dan anggota DPRD yang tegas serta dibilang sebagai Harimau Rakyat,” ucap Julkifli Umagap dalam video yang beredar.

Dalam rekaman yang sama, Julkifli Umagap juga menyatakan kesiapannya memenuhi panggilan polisi apabila terjadi kekacauan selama acara berlangsung. Ia bahkan menyebut bersedia menjalani hukuman penjara bersama masyarakat jika persoalan tersebut berujung pada proses hukum.

“Panggil saya, jika terjadi kekacauan maka saya juga siap masuk penjara. Orang pencuri saja kalian tidak urus, nanti acara seperti ini diurus,” ujarnya.

Julkifli Imagap juga menyinggung upaya kepolisian dalam melakukan pengamanan dan membatasi kegiatan pesta.

Ia menyatakan akan melanjutkan acara apabila petugas kepolisian meninggalkan lokasi setelah menutup kegiatan tersebut.

“Kalau Abang mau tutup acara. Ketika kembali saya akan melanjutkan pesta. Besok jika panggil saya maka pasti saya datang menghadap di Polres Kepulauan Sula,” katanya.

Pernyataan Julkifli Umagal dalam video tersebut kemudian menjadi sorotan masyarakat. Sementara itu, Kapolres Kepulauan Sula menegaskan bahwa kepolisian telah melakukan imbauan dan penertiban serta mengambil langkah mitigasi untuk menjaga agar kegiatan berlangsung tertib.