Membaca Realitas

Hafia Curhat Kondisi Pasar Bambu Kepsul

SANANA (kalesang) – Hafia Kailul, salah satu warga Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara, curhat terkait kondisi pasar Bambu Desa Mangon.

Di waktu Kepsul masih berstatus kecamatan, pasar Bambu termasuk yang paling ramai dikunjungi. Hampir setiap hari pedagang yang berjualan di situ merasakan kepuasan dengan pemasukan yang didapatkan.

“Saya berjualan rica, tomat, bawang dan sayur di pasar Bambu sejak Kabupaten Kepsul masih berstatus kecamatan. Sudah 23 tahun jadi saya pedagang.” Kata Hafia saat ditemui kalesang.id, Senin (4/7/2022).

Perempuan lima anak itu mengatakan, saat ini kondisi bangunan pasar Bambu semakin tidak terurus. Bukan hanya bangunannya, tetapi jalan masuk menuju ke pasar sudah sangat tidak layak. Sebab setiap kali hujan, jalan masuk berukuran kecil itu selalu terjadi genangan air.

“Dari kondisi jalan masuk itulah yang sangat mempengaruhi pemasukkan kita di pasar Bambu. Per hari bisa hasilkan Rp250 ribu saja harus bersusah payah. Padahal, sebelumnya pemasukan biasanya sebesar Rp500-700 ribu.” Keluh Hafia.

Sampai saat ini, Hafia mengaku tidak ada perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kepsul. Yang paling dibutuhkan pedagang pasar Bambu, kata Safia, Pemda bisa bantu atasi perbaiki jalan masuk ke pasar.

“Kami harap Pemda Kepsul bisa bangun saluran agar tidak lagi terjadi genangan air.” Harap Hafia.(tr-02)

 

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel