Membaca Realitas

Begini Cara BKN Mendeteksi Kecurangan Peserta CPNS

JAKARTA (kalesang)– Artificial intelligence dan machine learning merupakan teknologi yang digunakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengungkap bagaimana mendeteksi kecurangan peserta saat seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan cepat.

Dilansir dari detik.com Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, bahwa pada seleksi tahun sebelumnya, dirinya menginstal artificial intelligence dan machine learning untuk mendeteksi peserta mana saja yang membuat kecurangan.

“Sebagai bocoran saja, ketika tahun lalu terjadi kecurangan pada seleksi CPNS itu saya tidak mungkin liat manual. Jadi saya install artificial intelligence dan machine learning yang saya gunakan untuk mendeteksi siapa yang berbuat curang.” Ucap Bima seperti diberitakan detik.com, yang dikutip kalesang.id, Sabtu (23/7/2022).

Dengan teknologi itu, Bima mengemukakan peserta yang curang bisa cepat terdeteksi. Karena menurutnya tidak mungkin mengecek kecurangan terhadap 4 juta peserta CPNS secara manual.

“Jadi saya menginstall artificial intelligence dan machine learning mendeteksi trend jika seseorang melakukan kecurangan dalam test. Langsung ketangkap semua, ada 381 orang. Mereka didiskualifikasi dan tidak komplain. jadi tidak manual lagi,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN, Satya Pratama juga pernah mengungkap cara BKN dalam mendeteksi kecurangan peserta CPNS 2021. Pemeriksaan peserta dilakukan mulai dari saat melakukan registrasi, klik mulai ujian, sampai dengan selesai ujian dengan teknologi AI di server CAT BKN

BKN juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan audit forensik dan audit trail, yakni mengaudit seluruh tempat titik lokasi tes. Mulai dari pemeriksaan perangkat seleksi dan CCTV, termasuk audit terhadap aktivitas peserta selama mengikuti seleksi. (tim)

 

 

Reporter: Rahmat Akrim