Membaca Realitas

DPPKB Ternate Cegah Stunting Lewat Elsimil

Gandeng Dinkes, Depag dan Dukcapil

TERNATE (kalesang)- Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Ternate, Maluku Utara terus dilakukan melalui sejumlah program.

Salah satunya program Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (Elsimil), yang saat ini, penggunanya terus digencar oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate.

Dalam melaksanakan program tersebut, DPPKB Kota Ternate berkolaborasi dengan Kementrian Agama (Depag) Kota Ternate, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Ternate.

Kepala DPPKB Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, M.Kes, mengatakan, sasaran dalam pelaksanaan program ini adalah pasangan calon pengantin (catin). Sebab, pasangan catin tersebut harus dipersiapkan sebelum memulai kehidupan reproduksi setelah menikah nanti.

Lebih lanjut, alur program tersebut, dimulai dari 3 bulan sebelum pernikahan, yang mana, pasangan catin diharuskan melakukan pendaftaran ke pihak kelurahan untuk mendapatkan pelayanan screening kesehatan di Puskesmas. Dalam melakukan tahapan ini, pasangan catin akan didampingi oleh tim pendamping keluarga yang berada di kelurahan.

“Kita lakukan pendampingan pra nikah yang daftarnya di pihak kelurahan sebelum mereka mendaftarkan pernikahannya ke KUA.” Jelasnya kepada kalesang.id, Selasa (31/1/2023).

Ia menuturkan, screening kesehatan yang dilakukan oleh pihak puskemas untuk memastikan pasangan catin dalam kondisi sehat dan baik sebelum menjalani fase 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga, ketika ditemukan adanya potensi melahirkan anak stunting, hal tersebut bisa dicegah sedari dini.

“Kondisi mereka, baik fisik maupun psikis harus dipastikan siap menjalani fase perkawinan.” Tambah dr. Fathiyah.

Ia mengungkapkan, saat ini, yang sudah melakukan registrasi pada aplikasi Elsimil sebanyak 139 pasangan catin, dan yang dilibatkan dalam kampanye sebanyak 10 pasangan catin

“Keterlibatan 10 pasangan catin dalam kampanye itu dilakukan penyerahan sertifikat Esimil saat acara pernikahannya.” Ungkapnya.

Untuk tahun 2023 ini, ia mengaku, sasaran pelaksanaan Elsimil akan diperluas lagi, untuk semua pasangan catin. Salah satunya pasangan catin non muslim dan pada wilayah 3 pula terluar, yakni Hiri, Batang Dua, dan Moti. Ia juga berharap, masyarakat bisa menerima program Esimil ini dengan baik.

“Kampanye ini akan diperluas lagi, kita bangun terus koordinasi dilapangan dengan tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. 3 pulau terluar juga jadi target kami, untuk mengukur keberhasila program ini.” Pungkasnya.

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan