Kunker ke Bekasi, DPRD Minta Pemkot Ternate Perhatikan Fasilitasi Uji KIR
Haryanto: Ternate adalah Pintu Masuk
TERNATE (kalesang) – DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Kunker yang dilakukan DPRD Ternate ke Dishub Bekasi itu terkait dengan pendapatan pajak dan retribusi.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ternate, Haryanto Hanadar mengatakan, hasil studi banding (Stuban) ke Dishub Kota Bekasi itu, bahwa pungutan retribusi parkir tepi jalan penguatannya ada di dalam Peraturan Daerah (Perda).
Namun, lanjut Haryanto, sebelumnya Dishub Kota Bekasi terlebih dahulu mengeluarkan edaran, sehingga pada saat penagihan, pengendara sudah mengetahui besaran biaya parkiran yang akan mereka bayar sesuai Perda.
“Kalau di Kota Ternate kan tidak dibuat sosialisasi terlebih dahulu, makanya pada saat pembayaran retribusi, pengendara masih sering menanyakan berapa besarannya.” Katanya, Kamis (30/3/2023).
Tentu, Haryanto menambahkan, ini yang menjadi masukan buat Komisi I DPRD Kota Ternate untuk menyampaikan ke Dishub Kota Ternate agar kiranya bisa diterapkan.
“Terkait dengan retribusi tepi jalan, Dishub Kota Bekasi bekerja sama dengan BP2RD terkait standar parkir yang akan dikenakan. Misalnya roda dua Rp3 ribu, roda empat Rp5 ribu dan roda enam Rp7,500. Kami harap Pemkot Ternate secepatnya keluarkan besaran parkir berdasarkan Perda.” Pintanya.
Ternyata, kata Haryanto, salah satu pendapatan tersebesar di Dishub Bekasi adalah pengujian kendaraan bermotor. Di mana bisa mencapai 100 persen lebih dalam setahun untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Yang jadi masalah di Kota Ternate ini bahwa setiap tahun Komisi I selalu mendorong dari sisi anggaran terkait dengan fasilitasi uji KIR atau uji kendaraan bermotor, tetapi pemerintah tidak terlalu seriusi mendorong PAD di Dishub.” Kesalnya.
Jadi, kata Politisi PDI-P Kota Ternate itu, pihaknya sudah melakukan survei dan terbukti bahwa pendapatan dari segi itu lumayan besar, dan bisa mendongkrak PAD ke depannya.
“Ternate ini adalah pintu masuk, makanya semua kendaraan yang masuk melalui Ternate harus diperhatikan oleh pemerintah untuk mengakomodir.” Tandasnya.(tr-01)
Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel
