Membaca Realitas

Pentingnya Masyarakat Kota Ternate Mengetahui Strategi Informasi Peringatan Bencana

 

TERNATE (kalesang) – Upaya mitigasi bencana menjadi penting diketahui oleh masyarakat, terutama di Kota Ternate, Maluku Utara, yang merupakan daerah rawan bencana alam, seperti banjir rob, gunung api, maupun tanah longsor.

Bencana merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat. Dengan begitu, diperlukan upaya atau strategi meningkatkan kewaspadaan demi meminimalisir kerugian dari bencana tersebut.

Sejalan dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate saat ini tengah menyiapkan strategi informasi peringatan bencana yang bertujuan untuk mengembangkan suatu bencana komprehensif yang memungkinkan peningkatan sistem peringatan dini bencana.

Kepala BPBD Kota Ternate, M. Ihsan Hamzah menyebutkan, terdapat tiga hal yang menjadi penekanan, yaitu penataan daerah rawan bencana, sosialisasi dan edukasi serta penyampaian informasi bencana itu sendiri.

“Dari ketiga hal itu kita sudah konsultasikan ke Bagian Hukum Setda Kota Ternate terkait dengan Perwalinya. Nanti juga ada FGD untuk memboboti isi dari Perwali tersebut.” Kata Ihsan, Rabu (18/10/2023).

Ihsan menjelaskan, untuk penataan daerah rawan bencana, BPBD akan berkolaborasi dengan Disperkim Kota Ternate dalam soal penataan, yang mana di Kota Ternate sendiri cukup banyak pemukiman warga yang berada pada kawasan rawan bencana.

Kemudian sosialisasi dan edukasi terkait kebencanaan, Ihsan menyampaikan, untuk meningkatkan pentingnya informasi peringatan dini bencana, maka di setiap sekolah diwajibkan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan informasi kebenaran.

“Jadi di setiap sekolah dibentuk semacam komunitas siaga bencana. Karena mereka siswa-siswi ini generasi penerus, makanya harus dibekali dengan informasi-informasi itu.” Ucap Ihsan.

“Dengan begitu, ke depan akan terbentuk masyarakat yang tangguh serta respon terhadap bencana. Kami akan siapkan modul terkait dengan siaga bencana terhadap siswa-siswi.” Sambungnya.

Terkait dengan sosialisasi dan edukasi di satuan pendidikan itu juga, Ihsan menyebutkan, bahwa pihaknya sudah masuk ke beberapa sekolah yang ada di Kota Ternate.

“Tahap pertama sebagai pengenalan itu sudah lakukan dengan beberapa sekolah, misalnya SD di Kelurahan Tubo, SD Jambula, dan SD di Kelurahan Tabona. Itu kami bermitra dengan Pertamina yang punya CSR.” Ungkapnya.

Berkaitan dengan strategi penyampaian informasi bencana, Ihsan menambahkan, BPBD Kota Ternate dalam waktu dekat bakal mengundang BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate, BMKG Stasiun Geofisika Ternate, serta Pos Pantau Gunung Api Gamalama untuk membahas penyampaian informasi kebencanaan.

“Karena mereka adalah pihak yang berkompeten dalam mengeluarkan atau menyebarkan informasi terkait dengan cuaca, gempa bumi maupun bencana-bencana lainnya.” Tuturnya.

Pada prinsipnya, lanjutnya, dalam soal kebencanaan merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, pihaknya swasta ataupun pihak-pihak lainnya dengan peran masing-masing.

“Kita harus pastikan semua pihak harus terlibat, sehingga dalam perjanjian kerja sama kita akan membagi peran sesuai dengan tupoksi atau kewenangannya masing-masing.” Pungkasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel