Membaca Realitas

Walikota Ternate: Rempah Jangan Dipandang Sebagai Komoditi Saja, Tapi Juga Nilai

 

TERNATE (kalesang) – Walikota Ternate, Maluku Utara, M. Tauhid Soleman menyampaikan, rempah jangan dipandang sebagai komoditi saja.

Menurutnya, rempah juga harus dipandang sebagai nilai. Bagi Tauhid, keberadaan rempah memberikan nilai menjadi lebih tinggi terhadap makanan, minuman, kesehatan, kebugaran, kecantikan, pewarna, pengawet, dan spiritual.

“Demikian juga historis tentang situs, artefak, gedung tua, literasi tua, dan cerita lama kearifan lokal, dikemas untuk menjadi produk bernilai tinggi sebagai obyek, dan tujuan wisata.” Ujar Tauhid dalam sambutannya saat peringati Hari Rempah Nasional di Benteng Orange, Selasa (12/12/2023) sore.

“Maluku Utara adalah bagian penting dalam perjalanan sejarah jalur rempah nusantara karena Maluku Utara disebut sebagai titik nol jalur rempah dunia.” Tambahnya.

Dengan adanya sertifikat dari Kementerian Hukum dan HAM RI yang memberikan hak merk Kota Ternate Kota Rempah, City Branding Ternate Kota Rempah, lanjutnya, merupakan sebuah revitalisasi atau pengakuan bahwa Kota Ternate adalah pusat Kota Rempah di dunia.

Potensi lain yang dimiliki oleh Kota Ternate, kata dia, adalah adanya tanaman cengkeh Afo yang merupakan cengkeh tertua di dunia dan telah diakui oleh Kementerian Pertanian sebagai vaietas unggul nasional yaitu dengan SK.No 3680/Kpts/SR.120/11/2010 Dan Pala Ternate 1 sebagai Pala Unggul Nasional dengan SK Mentri Pertanian No 4061/KPTS/SR.120/12/2009.

“Sesuai Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/KB.130/M/10/2021 pada tanggal 29 Oktober 2021 menetapkan tanggal 11 Desember sebagai Hari Rempah Nasional. Penetapannya berdasarkan Kesultanan Tidore pada 11 Desember 1521 mengekspor perdana cengkeh sebanyak 27,3 ton ke Eropa dengan kapal Victoria.” Jelas Tauhid.

Penetapan Hari Rempah Nasional diharapkan sebagai starting point kesinambungan yang dapat melahirkan spirit mengembalikan kejayaaan rempah nasional dari hulu hingga hilir peningkatan kesejahteraan demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dukungan pemerintah, Tauhid menambahkan, baik dari pusat maupun daerah dalam rangka untuk mengembalikan kejayaan rempah telah banyak dilakukan diantaranya adalah adanya dukungan program rempah pusat dan daerah antara lain gratiek di Kementan, jalur rempah di Kemendikbud, poros maritim berbasis rempah dan spices culinary for the future di Kemenko Maritim, wisata berbasis rempah di Kemenpar & Ekonomi Kreatif, rempah di kawasan transmigrasi di Kemendes PDT dan Trans, lahan sosial kehutanan untuk rempah di kemen LHK, Market Place di Kemenkop UKM, Gosora di Maluku utara, gerakan desa rempah di Bappenas, Festival rempah di Sumatera selatan, sekolah rempah, dan lainnya banyak lagi.

“Kota Ternate dengan branding sebagai Kota Rempah pada kesempatan ini dalam rangka untuk memperingati Hari Rempah Nasional 11 Desember 2023 dan rangkaian peringatan HAJAT ke 773 melaksanakan gerakan menanam Rempah (Cengkeh dan Pala) sebanyak 773 pohon secara serentak di seluruh wilayah Kota Ternate.” Ujarnya.

Penanaman tanaman rempah ini, ia mengungkapkan, akan dilakukan oleh instansi pemerintah, baik OPD, instansi vertikal, Telkom, Bank Indonesia, KPKNL, sekolah (SD dan SMP) dan restoran maupun hotel yang ada di Kota Ternate.

“Semoga dengan peringatan Hari Rempah Nasional ini dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga kelestarian dan kebersihan Kota Ternate sebagai Kota Rempah.” Pungkasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel