Membaca Realitas

Ekonomi Maluku Utara Melejit 39,10 Persen, Pemerataan Jadi Catatan

TERNATE, Kalesang — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Maluku Utara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 39,10 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kamis (29/1/2026).

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Sakop, menyampaikan bahwa lonjakan pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh ekspansi industri pengolahan dan sektor pertambangan yang menjadi motor utama hilirisasi di Bumi Moloku Kie Raha.

“Pencapaian pertumbuhan ekonomi ini turut diiringi dengan perbaikan pada sejumlah indikator kesejahteraan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Utara meningkat menjadi 72,52, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,81 persen,” ujar Sakop

Namun demikian, Sakop menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi tersebut belum sepenuhnya bersifat inklusif. Hal ini tercermin dari meningkatnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang kini berada di angka 4,55 persen.

Selain itu, rasio gini yang menggambarkan tingkat ketimpangan ekonomi juga mengalami kenaikan dan tercatat pada level 0,299.

“Dinamika ini menegaskan bahwa pertumbuhan tinggi yang berbasis sumber daya alam perlu diiringi dengan kebijakan yang mendorong pemerataan manfaat, termasuk mitigasi dampak sosial dan ekologis dari ekspansi industri ekstraktif,” tegasnya.

Di sisi lain, stabilitas ekonomi makro di Provinsi Maluku Utara dinilai masih terjaga, dengan tingkat inflasi yang terkendali di angka 1,63 persen.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar