Pelindo Ternate Siapkan Posko Terpadu dan Kapal Bersubsidi Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
TERNATE, Kalesang – Mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional IV Ternate mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Laut mulai 13 Maret hingga 31 Maret 2026 di sejumlah pelabuhan di Kota Ternate.
Kepala Pelindo Regional IV Ternate, Anwar Pae, mengatakan pembentukan posko terpadu tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi kemaritiman untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama periode mudik.
“Posko ini melibatkan seluruh institusi kemaritiman, seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Pelindo, Polsek Pelabuhan, hingga Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Tujuannya agar pelaksanaan posko terpadu berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Anwar, Senin (16/3/2026).
Selain kesiapan personel, ia juga menyebut program subsidi angkutan laut dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah mulai berjalan di Pelabuhan Ahmad Yani dan Pelabuhan Bastiong. Program ini dinilai sangat membantu masyarakat yang hendak pulang kampung, khususnya pada rute menuju Sanana.
Beberapa kapal yang melayani rute tersebut antara lain KM Sangiang dan KM Permata Obi.
Terkait potensi kepadatan penumpang, Pelindo menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk memaksimalkan kapasitas area pelabuhan. Salah satunya dengan menata ulang area parkir agar lebih rapi sehingga daya tampung kendaraan dan penumpang dapat meningkat.
“Kami juga menyiapkan tenda tambahan di sisi laut maupun sisi darat untuk menampung penumpang jika kapasitas terminal sudah penuh,” jelas Anwar.
Menurutnya, pemasangan tenda tersebut bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi jumlah penumpang di lapangan.
Untuk menghindari penumpukan di pelabuhan, Pelindo juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket kapal lebih awal melalui sistem daring. Tiket kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dapat diakses melalui situs resmi perusahaan, sementara tiket kapal lokal tersedia melalui aplikasi Easybook dan Finesia.
“Budaya kita biasanya membeli tiket mendekati hari keberangkatan, akhirnya sering kehabisan karena daya tampung kapal terbatas. Sekarang sudah lebih mudah, tidak perlu datang ke kantor pelayaran, cukup memesan dari rumah,” tambahnya.
Karena perjalanan mudik berlangsung di tengah bulan Ramadan, Anwar juga mengingatkan calon pemudik untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan serta tidak membawa barang bawaan berlebihan.
“Mengingat ini sedang puasa, kondisi fisik harus benar-benar fit sebelum berangkat. Barang bawaan juga secukupnya saja agar tidak menyulitkan penumpang sendiri maupun petugas pelabuhan,” pungkasnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
