TERNATE, Kalesang – Posko Angkutan Lebaran (ANGLEB) 2026 di Bandara Ternate resmi beroperasi sejak 13 hingga 30 Maret 2026. Kehadiran posko tahun ini menghadirkan suasana berbeda dengan nuansa religius yang kental, sekaligus memperkuat layanan bagi para pemudik.
Ketua Posko ANGLEB, Yusril, mengatakan tampilan posko tahun ini dirancang lebih estetik dengan balutan ornamen Islami. Dekorasi seperti bedug dan hiasan khas Hari Raya menghiasi area bandara, menciptakan atmosfer ibadah bagi calon penumpang.
“Tahun ini fasilitasnya memang berbeda. Kami siapkan lebih banyak ornamen seperti bedug dan hiasan Islami lainnya agar suasananya benar-benar terasa. Berbeda pimpinan, berbeda pula sentuhannya. Kami ingin menonjolkan nuansa ibadah bagi masyarakat,” ujar Yusril, Rabu (18/3/2026).
Dari sisi operasional, Yusril memastikan layanan penerbangan sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala keterlambatan (delay). Pihak posko juga bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) untuk memastikan kondisi kesehatan penumpang tetap terjaga.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat, khususnya bagi penumpang rentan seperti ibu hamil dan bayi. Jika ditemukan kondisi kesehatan yang kurang baik, penumpang akan diperiksa lebih lanjut untuk menentukan kelayakan terbang.
“Kami sudah bekerja sama dengan BKK. Jika ada penumpang yang kurang sehat, akan diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan apakah layak terbang atau tidak. Begitu juga dengan bayi di bawah usia tertentu, harus dipastikan keamanannya,” tegasnya.
Selain di bandara, layanan kesehatan gratis juga tersedia di sejumlah posko lain, termasuk di pelabuhan. Melalui kerja sama dengan Antam, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis setiap hari pukul 08.00 hingga 15.00 WIT, meliputi pengecekan tekanan darah, kolesterol, hingga konsultasi keluhan kesehatan.
Berdasarkan laporan harian Posko ANGLEB, terjadi dinamika pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Pada H-8 (13 Maret 2026), jumlah pergerakan pesawat tercatat menurun 13,51 persen menjadi 32 pergerakan, dibandingkan 37 pergerakan pada 2025. Jumlah penumpang juga mengalami penurunan signifikan sebesar 26,56 persen dengan total 2.583 orang. Sementara itu, kargo justru menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 13,48 persen atau mencapai 41.434 kilogram.
Memasuki H-4 (17 Maret 2026), pergerakan pesawat tercatat stabil di angka 36 penerbangan. Namun, jumlah penumpang masih mengalami penurunan sebesar 17,77 persen dengan total 2.799 orang. Di sisi kargo, terjadi lonjakan signifikan pada keberangkatan hingga 183,01 persen, meski secara total mengalami penurunan 46,42 persen akibat berkurangnya volume kedatangan.
Yusril menambahkan, meskipun jumlah penumpang cenderung menurun dibandingkan tahun lalu, koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik hingga akhir masa operasional posko.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
