Membaca Realitas

BSPS 2026 Mulai Bergulir di Ternate, Ratusan Warga Bakal Terima Bantuan Perbaikan Rumah

Ternate, Kalesang – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 mulai dijalankan di Provinsi Maluku Utara. Peluncuran program tersebut dipusatkan di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa (19/5/2026), dengan Kota Ternate mendapat jatah sebanyak 534 unit bantuan.

Peluncuran dilakukan secara daring dan diikuti Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, bersama Gubernur Sherly Laos yang saat itu menghadiri rapat koordinasi regional wilayah Maluku, Maluku Utara, NTT, dan NTB di Lombok.

Kegiatan berlangsung di rumah Junaidi A. Albugis, warga Kastela yang menjadi salah satu penerima bantuan BSPS. Hadir pula Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sulawesi I, Erpika Ansela Surira, Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Ternate Tonny S. Pontoh.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan program BSPS menjadi langkah konkret pemerintah untuk membantu warga yang masih menempati rumah dengan kondisi tidak layak.

Menurutnya, program tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk warga terdampak bencana di wilayah Pulau Batang Dua.

Baca Juga:Empat Jurnalis RI Ditahan Israel, AJI Indonesia Minta Pemerintah Tempuh Langkah Diplomatik

“Ini menjadi bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat dapat menempati rumah yang lebih layak dan aman,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ternate akan terus mengawasi pelaksanaan program agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berjalan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, Kepala Balai P3KP Sulawesi I, Erpika Ansela Surira menjelaskan setiap penerima BSPS akan memperoleh bantuan senilai Rp20 juta yang difokuskan untuk rehabilitasi maupun peningkatan kualitas rumah.

Untuk tahun ini, total bantuan BSPS di Maluku Utara mencapai 5.284 unit, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 674 unit.

“Alokasi tahun ini mengalami peningkatan signifikan, hampir delapan kali lipat dari tahun sebelumnya,” kata Erpika.

Ia menyebut bantuan diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk kategori desil satu, dengan pendapatan di bawah Rp1 juta per bulan.

Selain bantuan material, penerima juga akan mendapat pendampingan mulai dari proses verifikasi hingga pekerjaan rumah selesai.

“Distribusi bahan bangunan sendiri direncanakan mulai dilakukan pada 25 Mei 2026 sebagai tahap awal pelaksanaan program,” tegas Erpika.