Membaca Realitas

BPOM Sofifi Terus Galakkan Pengawasan Pangan Dari Bahan Berbahaya

SOFIFI (kalesang) – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Sofifi, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara intensif melakukan pengawasan bahan pangan berbahaya.

“Kami dari BPOM dan Dinas kesehatan bekerja sama untuk membina pelaku usaha gorengan, dikarenakan terkait pangan itu tidak semuanya dalam pengawasan kami.” Kata Tri Wandiro, S.farm,Apt Kepala Balai POM di Sofifi, Rabu (12/1/2022).

Tambahnya BPOM bersama Dinas Kesehatan bekerjasama untuk melakukan pembinaan terkait dengan  penggunaan plastik saat menggoreng, kemasan (plastik) untuk membungkus makanan, dan penggunaan kertas bekas untuk membungkus makanan.

“Kami (BPOM)  terkait dengan keamanan pangan punya program yang rutin dilakukan yaitu Gerakan Kemanan Pangan Desa, Pasar Aman, Pengawalan Pangan Jajanan Anak Sekolah untuk fokusnya setahun intensif di dua kabupaten/kota kegiatan pembinaanya kami libatkan kader-kader masyarakat, posyandu, karang taruna, komunitas produsen makanan atau penjual makanan siap saji atau toko-toko kelontong.” Ungkapnya.

Lanjutnya terkait kemanan pangan kita fokusnya ke penggunaan bahan berbahaya seperti boraks, rhodamin,formalin, dan methanyl yellow karena bahan berbahaya itu yang ditemukan di peredaran.

“Terkait  datanya masih dikompilasi, karena kami dalam proses penyusunan laporan tahunan”.

“Kemudian harapan kami terkait program yang dilakukan ada replikasi atau pengulangan program dari pemerintah daerah atau di desa , karena desa  mempunyai anggaran desanya, yah kita berharap mereka bisa memberikan peran kemanan pangan kepada masyarakat di desanya.” Tutupnya.(tr-02)

 

Reporter: Sitti Muthmainnah