TERNATE (kalesang) – Cagar Budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat yang perlu dilestarikan keberadaannya.
Di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara sendiri terdapat beberapa cagar budaya yang masuk kriteria bangunan dan situs peninggalan kolonial.
Berikut 4 benteng di Ternate yang masuk dalam kriteria bangunan dan situs cagar budaya yang dirangkum kalesang.id dari beberapa sumber:
1. Benteng Kastela
Benteng Nostra Senora del Rosario atau yang dikenal dengan benteng Kastela ini terletak di Kelurahan Kastela Kecamatan Pulau Ternate.
Benteng yang dibangun pada 30 Juni 1522 ini merupakan benteng pertama yang dibangun oleh Portugis ketika tiba di Ternate pada tahun 1515 oleh Antonio De Brito dan kemudian diteruskan oleh Gubernur Garcia Henriques pada 1525 dan terakhir diselesaikan oleh Gubernur ke delapan yakni Jorge De Castro.
Adapun kondisi benteng Kastela sekarang tinggal puing-puing bangunan bahkan dibeberapa tempat sudah tidak nampaak bentuk strukturnya, bahkan disebelah timur benteng terdapat sebuah masjid yang sudah dibangun.
Selain itu, Benteng Nostra Senora del Rosario atau yang memiliki arti Wanita Cantik Berkalung Bunga Mawar ini terdapat sebuah sejarah yakni terbunuhya Sultan Khairun Jamil yang dilakukan oleh Antonio Pimental pada 28 Februari 1970 atas perintah Gubernur Lopez Mesquita.
Pemerintah pusat telah menetapkan benteng ini sebagai jenis cagar budaya bangunan dengan No SK: PM.20/PW/007/MKP/2007 tertanggal 26 Maret 2007.
2. Benteng Tolukko
Selain benteng Kastela, yang tidak kalah menarik adalah Benteng Tolukko, pasalnya benteng yang dikenal dengan nama Benteng Hollandia ini menyerupai kelamin pria. Benteng ini dibangun pada tahun 1540 oleh Francissco Serrao seorang panglima Portugis.
Benteng yang terletak di Kelurahan Sangadji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate ini memiliki tempat yang strategis dimana letak posisinya berada di atas bukit batuan beku.
Serupa dengan Benteng Kastela, Bangunan tua ini masuk dalam jenis cagar budaya bangunan dengan No SK: PM.20/PW/007/MKP/2007 tertanggal 26 Maret 2007.
3. Benteng Kalamata
Selain dua benteng yang disebutkan di atas, yang tidak kalah menarik adalah Benteng Kalamata. Benteng dengan nama lain Santa Lucia ini berada di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara.
Benteng ini merupakan benteng Portugis yang berfungsi sebagai pos dagang dan benteng pertahanan. Benteng ini ditetapkan pemerintah sebagai jenis cagar budaya bangunan berdasarkan No SK: 013/M/1999 tertanggal 12 Januari 1999.
Luas bangunannya sebesar 1088 m persegi dengan bentuk triangulasi yang memiliki empat bastion yang dilengkapi dengan lubang bidik pada perapet bastion-bastion tersebut.
4. Benteng Oranje
Terakhir adalah Benteng Oranje. Benteng ini letaknya berada di pusat Kota Ternate. Tepatnya di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah.
Benteng ini dibangun oleh seorang Laksamana VOC Cornelis Matelieff de Jonge yang mendapatkan izin dari Sultan Ternate atas keberhasilannya mengusir bangsa Spanyol dari Ternate.
Di benteng ini pula, Pada tahun 1822 Benteng Oranje pernah dijadikan lokasi pengasingan Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Badarudin II (Sultan Palembang). Beliau diasingkan di benteng ini hingga meninggal dunia pada tahun 1852 dan dimakamkan di kompleks pekuburan Islam di sebelah barat Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate.
Benteng ini termasuk ke dalam tipe kastil berdenah trapesium dengan 4 bastion di sudutnya. Di bagian dalam benteng terdapat beberapa bangunan baru maupun lama, Benteng Oranje menyisakan 13 meriam yang masih insitu di dalam benteng karena tidak ada bekas aktivitas penempatan baru, meski diduga beberapa diantaranya telah hilang dari tempat asalnya.
Jika ke tiga benteng di atas, menjadi jenis cagar budaya bangunan, berbeda dengan benteng Oranje. Benteng ini ditetapkan pemerintah pusat menjadi situs cagar budaya berdasarkan No SK: 322/M/2018 tertanggal 8 November 2018.
