TERNATE (Kalesang) – Surat Edaran (SE) Walikota Ternate nomor 541/67/2022 tentang pengendalian harga BBM di tingkat pengecer atau depot mulai berdampak ke masyarakat .
Buktinya hingga saat ini, para pengecer di Kota Ternate masih ada yang belum menyesuaikan harga jual BBM jenis pertamax dan pertalite enceran sesuai harga dalam SE walikota.
Amatan Kalesang.id di beberapa pengecer yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Ternate Maluku Utara, Senin (25/4/2022) beberapa depot masih menjual pertalite Rp15 ribu/liter. Namun ada juga yang telah menurunkan harganya menjadi Rp13,500.
Seperti beberapa depot di Kelurahan Dufa-Dufa, Ternate Utara, harga jual pertamax masih Rp15 ribu.
Julianti (35) penjual BBM jenis pertamax di temui Kalesang.id megatakan, untuk sementara harga jual enceran di depot miliknya masih sama, karena pihak SPBU juga menjual harga lebih mahal ke pengecer.
“Kita biasanya beli menggunakan galon 25 liter. Di SPBU dikasih harga Rp13,200. Kalau jual harga Rp13,500 ratus kita dapat untung apa.”Keluh Julianti.
Ia meminta pihak kepolisian untuk melakukan menertibkan pihak SPBU yang menjual Rp13,200/liter ke pengecer. Supaya pengecer bisa jual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
“Tidak mukin di SPBU jual mahal kita jual murah.” Sambungnya.
Aldi (28) pembeli enceran mengaku, harga pertamax di pengecer terlalu mahal, hingga berpengaruh terhadap pendapatannya sebagai tukang ojek.
“Harga jual pertamax di depot sebesar Rp15 ribu terlalu mahal, meraka untung terlalu besar.”Semprot Aldi. (TR-09)
Reporter : Aryanto Umalekhoa
Editor : Wawan Kurniawan
