Membaca Realitas

Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Halmahera Barat

TERNATE (kalesang) – Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang wilayah pantai Barat Laut Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pukul 06.51.39 WIT, Senin (9/5/2022).

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ternate, Andri Wijaya Bidang mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,83° LU ; 127,15° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 46 km arah Barat Laut Loloda, Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 50 km.” Ujar Andri.

Lanjutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, jenis dan mekanisme gempa bumi ini yakni, jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi pada zona subduksi atau dua buah lempeng atau lebih saling bertemu.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.” Kata Andri.

Andri mengemukakan, gempa bumi ini dirasakan di daerah Ibu dan Loloda dengan skala intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Dimana bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Sementara daerah Galela, Kabupaten Halmahera Utara dengan skala intensitas III-IV MMI yakni, bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah dan daerah Ternate, Tidore, dan Morotai dengan skala intensitas III MMI yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah, dimana getaran seakan akan truk berlalu.

“Dan daerah Kao dengan skala intensitas II-III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah, yakni getaran seakan akan truk berlalu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.” Jelasnya.

“Hingga pukul 08.00 WIT, hasil monitoring BMKG telah terjadi 2 kali gempabumi susulan atau aftershock.” Sambung Andri.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.” Imbuhnya.(M-01)

Reporter: Rahmat Akrim l Editor: Zulfikar