Membaca Realitas

Hingga April 2022 Produksi Pupuk Indonesia Capai 3,92 Juta Ton

JAKARTA (kalesang)– Berdasarkan catatan PT Pupuk Indonesia (Persero) hingga April 2022 realisasi produksi pupuk telah mencapai 3,92 juta ton.

Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto, menyebutkan bahwa jumlah tersebut terdiri pupuk jenis Urea, SP-36, ZA, NPK, dan ZK. Jika dirinci, jenis Urea 2.485.566 ton, jenis SP-36 93.650 ton, jenis ZA 246.675 ton, jenis NPK 1.089.254 ton,dan jenis ZK 3.771 ton.

“Produsen pupuk anggota holding Pupuk Indonesia saat ini tengah beroperasi dengan baik, lancar, dan optimal.”Ujarnya, seperti dikutip di Kompas.com, Sabtu (11/6/2022)

Lanjutnya  kelancaran proses produksi pupuk juga berkat adanya ketersediaan bahan baku pupuk, terutama Phosphate (DAP dan Rock Phosphate) dan Kalium (KCl).

“Pupuk Indonesia secara umum telah berhasil menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk hingga akhir tahun 2022.”Katanya

Seperti diketahui, pasokan bahan baku pupuk NPK tersebut cukup terganggu oleh konflik Rusia dan Ukraina.

“Perlu kita pastikan ketersediannya, karena Phosphate dan Kalium ini merupakan bahan baku dari hasil tambang yang tidak tersedia dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri.”Ungkapnya

Oleh karena itu,pihak Pupuk Indonesia juga telah memastikan tambahan pasokan dari sumber-sumber negara lain, seperti Kanada dan negara-negara Timur Tengah.

“Jadi pasokan bahan baku NPK, sudah berada dalam batas aman untuk kelancaran produksi hingga akhir tahun.”Tuturnya

Lanjutnya jaminan pasokan bahan baku ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, terutama Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian.

PAdapun stok pupuk bersubsidi hingga Juni 2022 mencapai sebesar 737.970 ton. Rinciannya, pupuk Urea 371.823 ton, NPK 257.348 ton, SP-36 26.048 ton, ZA 32.955 ton, dan Organik 45.760 ton.(M-02)

 

 

Reporter: Sitti Muthmainnah

Redaktur: Wawan Kurniawan