Membaca Realitas

DPRD Minta Disperindagkop Kepsul Segel Pangkalan Mitan Albarokah

SANANA (kalesang) – Komisi II DPRD bersama Disprindagkop Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara melanjutkan sidak terhadap pangkalan minyak tanah (Mitan).

Sidak dihari kedua, Jumat (1/7/2022) itu berlangsung di pangkalan Mitan Albarokah, Desa Mangon, Kecamatan Sanana.

Di situ, tidak ditemukan adanya papan nama pangkalan dan pelayanan.

Ketua Komisi II DPRD Kepsul, Safrin Gailea meminta Disperindagkop menyegel pangkalan Mitan tersebut.

“Masa pangkalan tidak ada papan nama, maupun sama sekali tidak ada pelayanan. Kalau seperti ini saja Disprindagkop harus segel.” Pintanya disela-sela pelaksanaan sidak.

Safrin menyebutkan sejumlah pangkalan Mitan mendapat jatah minyak lebih dari PT. Sanana Lestari.

“Padahal dalam kontrak sesuai prosedur distribusi minyak tanah satu pangkalan harusnya 5-10 ton. Tapi ada pangkalan yang mendapat jatah 10-15 ton.” Ungkapnya.

Selain itu, masih ada pangkalan Mitan yang nakal. Buktinya ada salah satu warga Desa Mangon, Mahmud menuturkan harga mitan di sejumlah pangkalan berfariasi.

“Ada harga Rp20 ribu per 5 liter, ada juga Rp25 ribu per 5 liter. Padahal sesuai het itu Rp4.000/liter.” Ungkapnya.(tr-02)

 

 

Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Zulfikar