Membaca Realitas

Guru SMA di Malut Telah Cukup

SOFIFI (kalesang) – Jumlah guru di Sekolah Menengah Atas (SMA), baik negeri maupun swasta  di Maluku Utara (Malut) sudah tercukupi untuk mengawal proses pembelajaran.

Meski demikian masih ada kekurangan dibeberapa sekolah tertentu.

Hal tersebut disampaikan Ruslan Zainuddin, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) provinsi Malut.

“Secara umum guru SMA sudah cukup. Semua mata pelajaran sekolah telah terisi.” Ungkap Ruslan kepada kalesang.id diruangan kerjanya. Senin (1/8/2022)

Namun, karena ada tenaga guru yang dimutasi dan pensiun menyebabkan kekurangan guru di beberapa sekolah.

Lanjutnya, kekurangan tenaga didik (tendik) di Provinsi Malut tidak terlalu mencolok, karena semua mata pelajaran terpenuhi.

Katanya juga, kebutuhan tendik di SMA 10 kabupaten/kota sendiri  berbeda-beda, Untuk kota Ternate, guru yang masih kurang itu pada mapel seni budaya dan bimbingan konseling.

Kemudian Kabupaten Halmahera-Tengah kekurangan guru bahasa inggris.

“Kebutuhan guru kembali kepada kepala sekolah (kepsek), yang lebih tahu kebutuhan sekolah, jadi kalau kepsek mengusulkan kepada kita, maka kami cek daftar data pokok pendidikan (Dapodik) sekolah itu, baru disetujui.”Ujar Ruslan. (tr-08)

 

 

Reporter  : M. Rifdi Umasangadji

Redaktur : Wawan Kurniawan