Membaca Realitas
728×90 Ads

FIB Unkhair Gelar Kuliah Umum Internasional, Bahas Pariwisata Berkelanjutan

TERNATE, Kalesang — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar kuliah umum berskala internasional dengan menghadirkan pakar pariwisata asal Australia, Prof. Bill Carter dari University of the Sunshine Coast.

Kegiatan yang berlangsung di Aula FIB Unkhair tersebut mengangkat tema “Sustainable Tourism and Tourism Management” dengan fokus pada strategi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Prof. Bill Carter menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi masyarakat lokal, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan budaya setempat.

“Pariwisata berkelanjutan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan warisan alam dan budaya tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujar Bill Carter.

Menurutnya, Maluku Utara memiliki potensi pariwisata yang besar sehingga perlu dikelola dengan prinsip keberlanjutan agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Wilayah seperti Maluku Utara memiliki potensi luar biasa yang harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan agar dampak positifnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat lokal,” katanya.

Sementara itu, Dekan FIB Unkhair, Dr. Nurain Jalaluddin, mengapresiasi kehadiran akademisi internasional dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen FIB Unkhair untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa.

“Kami berharap kegiatan ini membuka ruang kolaborasi riset internasional serta menginspirasi mahasiswa dalam merumuskan konsep pengelolaan pariwisata berbasis kebudayaan dan kearifan lokal di Indonesia Timur,” kata Nurain.

Ketua Panitia Pelaksana, Asty Ayuningsih, juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta mengikuti kuliah umum tersebut.

Menurutnya, kehadiran pemateri dari luar negeri memberikan pengalaman dan perspektif baru bagi civitas akademika dalam memahami konsep pariwisata berkelanjutan.

“Kehadiran pemateri internasional seperti ini tidak hanya memperluas cakrawala berpikir kami tentang sustainable tourism, tetapi juga memotivasi civitas akademika untuk terus menyelenggarakan forum-forum ilmiah berskala internasional di masa mendatang,” ujar Asty.

728×90 Ads