Nilai Tes Wawancara Peserta Seleksi Bawaslu Malut Tidak Beres
TERNATE (kalesang)- Hasil tes wawancara calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara periode 2022-2027 dinilai tidak wajar.
Anggota Tim Seleksi (Timsel) Calon anggota Bawaslu Maluku Utara, Dr.Nam Rumkel, S.Ag,MH dikonfirmasi Selasa (02/08/2022). Mengatakan dalam pemberian nilai tes wawancara dinilai ada ketidakwajaran.
Sebab dalam pemberian nilai, sejumlah calon anggota bawaslu Malut yang mengalami kendala seperti kondisi ketidakmampuan menjawab pertanyaan dari salah satu tim pewawancara mendapatkan nilai tertinggi.
“Saya terus terang melihat nilai yang ada itu ada ketidak wajaran dari 6 orang yang dinyatakan lulus itu, khususnya nilai wawancara. Karena, ada orang yang mendapatkan nilai 100.” Ungkapnya.
Lanjut Dosen Fakultas Hukum Unkahir Ternate tersebut, pada saat wawancara ada peserta yang alasan karena kondisi kesehatan sehingga wawancara dilakukan tidak secara penuh, seperti peserta lainnya tapi, diberikan nilai paling tertinggi dari peserta yang diwawancarai secarah penuh.
“Ada orang yang kondisi kesehatannya flu jadi kita pertimbangkan alasan kemanusiaan sehingga kita wawancaranya tidak lama, ko nilainya paling tinggi. Lalu Ada orang yang dalam wawancara karena, menerima pertanyaan dari timsel begitu tajam akhirnya dia angkat tangan mundur dan kita hentikan wawancara dengan dia tapi nilainya lumayan loh lebih tinggi diangka 90 an.” Beber Nam Rukel.

Menurutnya, dari perubahan hasil rapat pleno awal dimana kesepakatan one man one vote kemudian dirubah oleh Ketua dan Sekretaris Timsel dengan keputusan per paket dengan mengunakan nilai. Keputusan itu merupakan keputusan diluar rapat. Sehingga menurutnya hal itu sudah tidak wajar.
“Saya memikirkan bahwa sesuai dengan kesepakatn awal, ternyata dialihkan ke nilai. Saya sampaikan ke pak ketua, kalau kesepakata rapat harus dilaksanakan karena, dari lima itu empat sudah kita laksanakan kenapa tiba-tiba dari one man one vote berubah menjadi nilai. Ketua berdalih begini, begitu jadi saya tinggalkan forum dan saya walk out,” jelasnya.
Nam juga menyampaikan ingin mengetahui jelas dirinya meminta agar wartawan melihat langsung rekaman wawancara yang berada di Bawaslu Maluku Utara. Karena, menurutnya dari rekaman tersebut memperlihat jelas situasi wawancara saat itu.
“Kalau teman-teman mau cari tau pergi saja ke Bawaslu minta mereka buka itu rekamannya ada ko disana,” Tuturnya.
Nam juga membeberkan Anggota Timsel yang hanya memberikan pertanyaan hanya satu sampai dua pertanyaan tapi memberikan nilai 90 sampai 100 kepada peserta. Sehingga menurutnya nilai yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang dilakukan Anggota Timsel tersebut saat wawancara.
“Saudara Syamsul Bahrun itu memberikan pertanyaan saat wawancara hanya memberikan pertanyaan satu dua, tapi dia memberikan nilai cukup bagus seratus malah dia berikan nilai. Itu Ibu Masita dalam wancara dalam kondisi kesehatan tidak bagus tapi, malah diberikan nilainya bagus bahkan nilai 100.” Tegasnya.
Penjelasan terkait perubahan one man one vote oleh Dr. Nam Rukel yang kemudian dirubah ke sistem paket berupa nilai, terlihat pada chat anggota timsel Syamsul Bahrun pada Whatsaap Group Timsel yang beredar di sejumlah media sosial.

“Soal itu, tanyakan langsung pada Pak Syamsul langsung soal chat itu jangan ke saya,” cetusnya.
Sebelum tim redaksi kalesang.id pada tanggal 1 Agustus 2022 menjelang pleno penetapan oleh Timsel telah berupaya untuk mengonfirmasi via telepon dan juga via Whatsapp tidak digubris sama sekali. Tim Redaksi sempat menerima balasan dari Syamsul melalui Whatsaap dengan balasan “Papa Ada Keluar nanti Telepon Ulang e”. Ketua Timsel dan Sekretaris Timsel juga tidak memberikan tanggapan sama sekali saat dikonfirmasi.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wendi Wambes
