TIDORE (kalesang) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara (Malut) sudah sangat siap hadapi Sail Tidore 2022.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tikep, Daud Muhammad mengatakan, sejumlah kesiapan yang sudah dilakukan di sektor perhubungan guna mensuksesi perhelatan Sail Tidore di November 2022 mendatang.
Setelah tim pemantau yang pada beberapa waktu kemarin melakukan survei di Tidore, lanjutnya, secara umum sektor perhubungan yang paling siap menghadapi Sail.
Jadi, kata Daud, bisa dilihat dari kesiapan di sisi darat maupun laut, sektor perhubungan untuk menyongsong Sail Tidore terbilang sangat progresif. Tentu, pintu masuk utama Sail nanti ialah pelabuhan Rum. Tamu-tamu VVIP akan masuk lewat situ.
“Yang kedua yakni pelabuhan Trikora Goto dan pelabuhan speedboat yang terletak di depan pasar Sarimalaha. Tiga pintu masuk ini yang dipersiapkan untuk Sail Tidore.” Kata Daud kepada kalesang.id, Kamis (4/8/2022).
Untuk kapal, Daud menambahkan, ada kapal dari 100 negara ditambah kapal TNI AL, yang nanti akan berlabuh di perairan antara pelabuhan Trikora dan lokasi utama Sail atau pantai Tugulufa.
Kapal-kapal dari luar negeri ini, Daud bilang, dilakukan pemeriksaan terkait persyaratan-persyaratan izin membuang sauh dan atau berlabuh ke dermaga yang sesuai rekomendasi Kementrian Perhubungan (Kemenhub).
“Itu seperti kapal Victoria Juan Sebastian El Cano yang baru-baru ini datang ke Tidore, itu kan tidak diizinkan berlabuh oleh Perhubungan Laut dari Kementerian.” Ujarnya.
Tak hanya itu, kata Daud, kapal pelni juga akan dipersiapkan sebagai hotel terapung dan akan berlabuh di pelabuhan Trikora. Pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah armada speedboat untuk mobilisasi penumpang di semua kapal di sepanjang perairan tersebut.
“Selain sekoci masing-masing kapal, kami akan siapkan speedboat untuk mobilitas orang dari masing-masing kapal yang ada. Jumlahnya nanti disesuaikan.” Beber Daud
Akan tetapi, Daud menyampaikan, mobilitas di perairan ini salah satunya ialah sampah. Terkait ini, pihaknya akan koordinasikan ke Dinas Lingkungan Hidup Tikep untuk menyiapkan langkah strategisnya.
Di sektor penyeberangan, kata Daud, baru-baru ini Dirjen Penyeberangan Kemenhub sudah melakukan koordinasi dan akan mendatangkan kapal ferry sekitar 2 hingga 3 unit untuk menunjang mobilitas orang dari Ternate yang diperkirakan sangat tinggi.
“Kemungkinan kapal ferry ini mereka datangkan dari Manado.” Ungkapnya.
Sementara untuk perhubungan darat, Daud menjelaskan, Dirjen Perhubungan Darat mulanya mempersiapkan 15 armada bus mini untuk mobilitas di darat. Akan tetapi, terjadi penambahan 15 armada lagi.
Kata Daud, tidak semua armada dioperasikan di Tidore. Sebagian lainnya dioperasikan di Ternate untuk mobilitas dari bandara ke Bastiong.
“Armada tambahan ini akan dioperasikan di Ternate untuk menunjukkan mobilitas di Ternate.” Pungkasnya.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
