Membaca Realitas

RSUD Ternate Bakal Dibangun, PT. WIKA Akan Serahkan Dokumen Studi Kelayakan

TERNATE (kalesang) – PT. Wijaya Karya (WIKA) dalam minggu ini bakal menyerahkan dokumen Feasibility Study atau studi kelayakan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

RSUD Kota Ternate sendiri rencananya akan dibangun di kawasan reklamasi Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, yang mana nilai investasinya kurang lebih sebesar Rp1,7 triliun.

Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah (Setda) Kota Ternate, Chairul Saleh mengatakan, setelah dokumen studi kelayakan diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, maka langkah selanjutnya yakni permintaan izin untuk persetujuan dari Kementerian Keuangan, Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri.

“Setelah itu baru studi kelayakan tersebut akan di telaah atau dinilai kembali oleh Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), apakah sesuai dengan fiskal kita atau sesuai dengan keuangan daerah.” Kata Chaerul kepada kalesang.id, Kamis (11/8/2022).

Lanjutnya, dalam dokumen studi kelayakan itu terdapat cukup banyak penilaian, salah satunya termasuk kemampuan membayar pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, nanti nilainya berapa dan kemampuan membayarnya berapa.

Selain itu, Chaerul menyebutkan, pembangunan RSUD Kota Ternate itu merupakan investasi dalam kurun waktu 2 tahun, dimana PT. WIKA membangun dan kemudian Pemkot Ternate mengembalikan.

“Makanya investor yang membuat studi kelayakan menilai, kira-kira layak tidak untuk dia berinvestasi untuk membangun itu.” Katanya.

Meskipun begitu, kata Chaerul untuk nilai investasi sebesar Rp1,7 triliun itu, dirinya belum mengecek. Ia hanya mengemukakan, setelah penyerahan dokumen studi kelayakan nantinya akan dilihat kembali.

“Kalaupun nilainya sama itu pun masih ada kajian lagi, ada telaah dari instansi yang berwenang khusus untuk menelaah hal tersebut.” Terang Chaerul.

Ia menambahkan, nilai investasi itu adalah sesuai keinginan, yang mana misalnya Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) atau dalam hal ini pemerintah menginginkan pembangunan RSUD Kota Ternate itu harus memiliki fasilitas memadai dengan pelayanan prima, maka nilai investasi sudah tentu besar.

Tentunya, lanjut Chaerul nilai investasi yang naik atau tinggi ini, dikarenakan operatornya bukan berasal dari rumah sakit daerah Kota Ternate, melainkan operator digandeng dari rumah sakit nasional, seperti rumah sakit Pelni dan Pertamina.

“Jika keinginan fasilitasnya memadai maka nilai investasinya besar, sesuai dengan peralatan-peralatan rumah sakit yang kita inginkan yang pelayanannya tidak ada di Maluku Utara. Tapi nilai itu juga belum fix, nanti dokumen studi kelayakan keluar akan dikaji lagi.” Tukasnya. (m-01)

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Wawan Kurniawan