Ternate, Kalesang — Sebanyak 50 siswa tingkat SD dan MI dari berbagai sekolah di Kota Ternate mengikuti lomba bertutur yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate. Kegiatan yang mengangkat tema “Melalui Lomba Bertutur Kita Tumbuhkan Minat Baca dan Kecintaan terhadap Budaya Lokal” ini berlangsung selama dua hari, 4–5 Juni 2026.
Lomba yang digelar di Aula Lantai I Dispersip Kota Ternate tersebut mendapat apresiasi dari Bunda Literasi Kota Ternate, Marliza M. Tauhid. Menurutnya, lomba bertutur menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun budaya membaca sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya dan sejarah daerah kepada generasi muda.
Hadir dalam pembukaan kegiatan itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara Muliadi Tutupoho, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Kepala Perpustakaan Khusus Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Nanda R. Rahman, serta perwakilan Gramedia Kota Ternate.
Marliza yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kota Ternate mengatakan kemampuan bertutur tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan membaca. Sebab, peserta perlu menggali berbagai referensi dan bahan bacaan sebelum menyampaikan cerita di hadapan juri maupun penonton.
“Karena dengan bertutur tentunya membutuhkan referensi dan bahan bacaan yang nantinya menjadi media untuk menyampaikan cerita atau tutur,” kata Marliza.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap literasi, sejarah, dan budaya daerah.
“Harapan kami, melalui lomba bertutur ini minat baca siswa SD dan Madrasah semakin baik, sekaligus menambah pengetahuan mereka tentang budaya dan sejarah,” ujarnya.
Sementara itu, Guru Pendamping SD Islam Sahabat Cendikia, Trisna Amrida, menilai lomba bertutur menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi secara menyeluruh. Tidak hanya membaca, peserta juga dituntut memahami isi cerita, mengolah pesan yang terkandung di dalamnya, lalu menyampaikannya kembali dengan baik.
Menurut Trisna, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi siswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah dalam bentuk praktik yang nyata.
“Dengan adanya kegiatan ini, apa yang dipelajari di sekolah bisa dipraktikkan dan menjadi bukti bahwa proses pembelajaran memberikan hasil,” katanya.
Ia mengungkapkan, persiapan peserta dari SD Islam Sahabat Cendikia dilakukan selama kurang lebih dua pekan. Fokus latihan diarahkan pada pemahaman naskah, penguasaan materi cerita, serta kemampuan berekspresi saat tampil.
Trisna optimistis sekolahnya mampu kembali menorehkan prestasi pada ajang tersebut. Pasalnya, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, perwakilan sekolah itu berhasil meraih juara hingga tingkat nasional.
“Tahun lalu siswa kami berhasil meraih juara satu hingga tingkat nasional. Tahun ini kami kembali ikut dan optimistis bisa kembali meraih juara,” pungkasnya.
