TERNATE(kalesang)– Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara kembali merilis perkembangan nilai ekspor dan impor periode Juni 2022.
Rilis yang diterbitkan pada Senin (15/8/2022) itu memperlihatkan, nilai ekspor Maluku Utara pada Juli 2022 mencapai US$554,15 Juta atau mengalami penurunan sebesar 25,73 persen dibandingkan dengan Juni 2022 yakni US$746,08 Juta.
Namun secara kumulatif, pada bulan Januari sampai Juli 2022 mencapai US$4,879,84 Juta atau mengalami peningkatan sebesar 175,62 persen.
“Negara tujuan ekspor malut pada juli 2022 yakni Tiongkok sebesar US$540,71 Juta atau 97,57 persen dan Taiwan sebesar US$13,44 Juta atau 2,43 persen.”Ungkap Kepala BPS Maluku Utara Aidil Adha,SE pada Press Realese melalui kanal Youtube, Senin (15/8).
Komoditi ekspor terbesar pada Juli 2022 ini adalah Besi dan Baja (HS 72) senilai US$4.221,3 Juta atau 86,51 persen, kemudian Nikel(HS 75) senilai US$622,93 Juta atau 12,77 persen, serta Bijih, Kerak, dan Abu Logam (HS 26) senilai US$35,60 Juta atau 0,73 persen.
Selain itu,pada periode Juli 2022 juga terdapat barang Provinsi Maluku Utara yang diekspor melalui pelabuhan muat ekspor Provinsi lain, yaitu DKI Jakarta dengan nilai US$0,94 Juta, Sulawesi Selatan senilai US$0,19 Juta, dan Jawa Timur senilai US$0,47 Juta.
“Barang ekspor melalui provinsi tersebut yakni ikan dan udang, perhiasan atau permata, serta kayu dan barang dari kayu.”Jelasnya
Sementara itu, penurunan juga terjadi pada nilai impor Maluku Utara periode Juli 2022 sebesar US$317,87 Juta atau turun 4,04 persen dibanding Juni 2022 senilai US$331,25 Juta.
Barang penyumbang Impor terbesar yakni mesin-mesin atau pesawat mekanik senilai US$737,56 Juta atau 38,88 persen, dan bahan bakar mineral senilai US$341,28 Juta atau 17,96 persen.
Terdapat juga negara asal impor pada Juli 2022, yaitu Tiongkok senilai US$266,26 Juta atau 83,76 persen, Australia senilai US$45,39 Juta atau 14,28 persen , Amerika senilai US$0,005 Juta atau 0,01 persen, dan Singapura senilai US$6,21 Juta atau 1,95 persen.
Adapun neraca perdagangan provinsi Maluku Utara pada bulan Juli 2022 mengalami surplus senilai US$236,28 Juta, sedangkan pada bulan Januari hingga Juni 2022 sudah mencapai US$2.743,57 Juta.
“Surplus 2022 selalu tinggi dibandingkan tahun 2021 dan 2020, tetapi angka surplus di Juli 2022 merupakan angka surplus terendah dari Januari hingga Juni.”Pungkasnya.(M-02)
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
