Wow! Ekspor Domestik Ikan Cakalang Capai Rp10 Miliar
TERNATE (kalesang)- Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kota Ternate, Maluku Utara mencatat volume ekspor per Juli Tahun 2022.
Pelaksana Koordinator Pengawasan, Pengendalian Data dan Informasi BKIPM Ternate, Basuki Dwi Arianto mengatakan Ekspor domestik Komoditi Non Hidup mencapai 1,1 Juta Kilogram (Kg) lebih, Sedangkan untuk komoditi hidup sejumlah 81.115 Ekor.
“Volume komoditi non hidup pada bulan juli mengalami penurun sebanyak 6,684 Kg atau 0,56 persen di bandingkan bulan juni yang mencapai 1,204,604 Kg.”Ungkapnya kepada kalesang.id, Kamis (18/8/2022).

Ia mengungkapkan terdapat komoditi hidup yang dominan pada ekspor domestik pada bulan Juli tahun 2022, diantaranya Ikan Cakalang sebanyak 418,625 Kg dengan nilai Rp10.728.960.696.
Kemudian Ikan Layang 152,366 Kg dengan nilai Rp3.301.805.325 , untuk komoditi Ikan nilai ekspor domestik juga mengalami kenaikan pada Tuna 127,814 Kg dengan nilai Rp8.548.235.457 dan Tuna Loin 110,609 Kg dengan nilai Rp10.024.021.147, sedangkan cumi 127,250 Kg dengan nilai Rp3.151.650.000 , dan
“untuk volume komoditi hidup per bulan juli mengalami kenaikan sebanyak 31.274 ekor atau 62,75 persen dibandingkan bulan juni sebanyak 49,841 Ekor.” Jelas Basuki
Selain itu, sejumlah komoditi non hidup yang mendominasi ekspor per Juli tahun 2022 ,diantaranya Belut 68,400 ekor dengan nilai Rp1.026.000.000, Lobster 6,610 ekor dengan nilai Rp433.350.000.

Sementara itu, Kepiting Bakau 1,623 ekor dengan total nilai Rp110.610.000 , untuk Udang Ronggeng 1,613 ekor dengan nilai Rp30.495.000, dan Angel Piyama 1,230 ekor dengan nilai Rp91.800.000 .
Sementara itu, untuk pengiriman atau ekspor ke luar negeri didominasi oleh Kepiting Bakau sebesar 4,163 Kg dengan jumlah nilai Rp1.048.050.824 , dan Lobstet hidup sebanyak 60 ekor dengan nilai Rp30.162.390.
“Pengiriman Luar negeri ke singapura saja.”Tuturnya.
Tambahnya pelaku usaha yang melakukan ekspor berasal dari Kota Ternate, Halmahera Selatan, Pulau Morotai, Halmahera Utara, dan Kepulauan Sula.
“Moda transportasi pengiriman komoditi didominasi oleh transportasi laut.” Tutup Basuki. (M-02).
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wendi Wambes
