TERNATE (kalesang)– Komunitas Srikandi Kie Raha Maluku Utara (Malut) menggelar Focus Group Discussion (FGD), bertajuk Mari Torang Wujudkan Ternate Sebagai Kota Yang Inklusi dan Ramah HAM.
Sekretaris Srikandi Kie Raha, Ghem mengatakan, tujuan diselenggarakan FGD tersebut untuk memperjuangkan hak-hak dasar dari kelompok minoritas di Kota Ternate.
“Kita memperjuangakan hak dasar kelompok minoritas, seperti hak pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan lainnya.” Ungkapnya kepada kalesang.id, Senin (10/10/2022).
Selain itu, kegiatan FGD tersebut juga menjadi wadah atau ruang dialog Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Jurnalis, dan Kelompok Minoritas, dalam upaya mewujudkan Ternate sebagai kota yang inklusi dan ramah HAM.
“Ruang dialog ini sebagai wadah untuk sharing pendapat dan saling memberi tanggapan serta masukkan.” Katanya
Untuk itu, ia mengungkapkan, dukungan dan kebinakan Pemerintah Daerah (Pemda), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan masyarakat menjadi hal penting dalam memberikan jaminan hak sebagai warga negara kepada kelompok minoritas. Baik dalam masalah keamanan, kesehatan, pendidikan, dan penghargaa politik aspirasi.
“Kehadiran Pemda bagi kelompok minoritas akan memiliki pengaruh baik dari segala segi, yaitu politik, sosial, dan psikologi.” Ucapnya
FGD yang dihelat di kediaman Jailan Soamole pada Minggu (9/10/2022) itu, dihadiri oleh sejumlah peserta, yakni Nahdlatul Ulama Kota Ternate, Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Ternate, Fatayat Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Daur Mala, Gereja Masehi Injil Halmahera (GMIH), komunitas teratai, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate.
Untuk diketahui, yang termasuk dalam kelompok minoritas diantaranya, LGBTQ, Difabel, Anak, Perempuan, dan Orang Dengan HIV (ODHIV/ODHA).(M-02)
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
