TERNATE (kalesang) – Tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Ternate melakukan kegiatan pengambilan sampel menggunakan alat poct cholesterol pada penderita diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Ome, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Kegiatan tersebut, bertujuan agar adanya pengetahuan masyarakat tentang persiapan sampel dalam penggunaan alat cholesterolmeter yang akan mempengaruhi hasil pemeriksaan di Kota Tidore Kepulauan.
Ketua Tim Pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Ternate, Samad H. Husen mengatakan, manfaat kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan penggunaan alat cholesterolmeter di Kota Tidore Kepulauan.
“Sasarannya adalah pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Ome Kota Tidore Kepualauan, di mana dilakukan pada Sabtu (8/10/2022) di Puskesmas Ome.” Ucap Samad H. Husen ketua tim pengabdian kepada kalesang.id, Selasa (6/12/2022).
Samad menerangkan, kegiatan yang dilakukan itu dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Di mana, dimulai dengan kegiatan pra test untuk melihat pengetahuan para peserta.
Lanjutnya, kemudian metode yang diterapkan dalam penggunaan alat cholesterolmeter itu berupa ceramah atau presentasi materi oleh tim pengabdian masyarakat yaitu pemeriksaan kolesterol disertai dengan proses diskusi tanya jawab antara peserta dan narasumber.
“Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan berupa penggunaan alat colesterolmeter. Tidak hanya melakukan pemeriksaan, kegiatan ini juga melibatkan keaktifan dari peserta untuk melakukan penggunaan alat tersebut dan diakhiri dengan kegiatan postest.” Jelasnya.
Selain itu, kata Samad, hasil pretest terhadap penderita DM sebanyak 35 orang peserta, terdapat 9 orang diantaranya yang sudah memahami dan 26 orang peserta yang belum dapat memahami. Ini dapat disimpulkan bahwa sebagain besar penderita DM belum mengetahui pemeriksaan kolesterol secara mandiri.
Makanya, setelah dilakukan pretest, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dengan menggunakan media power point yang dilakukan oleh salah satu tim, dan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kolesterol untuk melihat nilai kolesterol pada pasien DM.
“Adapun hasil yang diperoleh di 4 kelurahan, yaitu Keluarahan Ome sebanyak 10 orang, Kelurahan Mareku 7 orang, Kelurahan Gubukusuma 10 orang dan Kelurahan Afa-Afa sebanyak 10 orang dengan jumlah peserta 35 orang dan ditemukan 18 peserta yang tinggi kolesterol.” Ungkap Samad.
Setelah dilakukan demontstrasi, Samad bilang, diadakan post test untuk melihat apakah kegiatan ini dapat menambah pengetahuan peserta atau tidak. Dan dari hasil post test sebanyak 35 peserta itu terjadi peningkatan.
“30 peserta telah mengerti atau memahami pemeriksaan secara mandiri dan 5 peserta belum dapat memahami penggunaan alat secara mandiri.” Katanya.
Samad menambahkan, pihaknya secara langsung memberikan masukan dan wawasan yang baik terhadap kemampuan penggunaan alat cholesterolmeter bagi pasien DM, di mana kegiatan ini melibatkan pegawai Puskesmas Ome sebanyak 2 orang.
Ia juga mengharapkan, bahwa tidak hanya 35 peserta yang telah mengikuti kegiatan pendampingan dan evaluasi yang dapat menerapkan edukasi yang didapat dari kegiatan itu, tetapi seluruh pasien DM juga dapat menerapkannya, sehingga dapat mencegah tingginya kolesterol dalam darah.
“Kegiatan itu kami berjumlah 3 orang, 1 ketua dan 2 anggota.” Tukasnya (m-01/BB)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
