Membaca Realitas

Wanita Paruh Baya Bertahan Hidup Dengan Berjualan Tikar Keliling 

TERNATE (kalesang) – Menjadi tua bukan halangan seseorang untuk tidak bekerja. Hal ini dilakukan oleh nenek Ani (70), walaupun umurnya sudah  senja bukan berarti ia hanya duduk diam di rumah.

Perempuan paruh baya  penjual tikar keliling di Kota Ternate berasal dari pulau Bacan Halmahera Selatan Maluku Utara.

Menjelang magrib, kedua kakinya semakin cepat untuk melangkah, sambil menjajakan gulungan tikar di kepalanya yang dialas menggunakan kain bercorak kecoklatan. Sepanjang perjalanan, ia menawarkan tikar kepada siapa saja yang melintasinya, berharap ada yang membeli.

Sesekali  ia beristirahat di trotoar sepanjang jalan Toboko Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate. Karena sebentar lagi magrib.

Nenek Ani  duduk sambil melihat hiruk pikuk Kota Ternate, yang begitu ramai di sore hari tidak mematahkan semangat Nenek Ani.

Nenek Ani mengaku berjualan tikar dimulai sejak pagi.Nenek Ani berjalan kaki menyusuri jalan Kota Ternate tidak membuatnya lelah, sebab yang dipikirkan olehnya, tikar jualannya harus terjual habis. Hal ini membuat Nenek Ani tetap kuat untuk menyusuri bahu jalan di Kota Ternate, meski terlihat terhuyung namun Nenek Ani terus menjajaki jualan tikarnya.

Tikar yang dibawanya cukup banyak, namun bukan miliknya.

“Saya tidak punya kebun tikar, hanya penjual tikar. Satu tikar ukuran besar saya jual Rp150 ribu, ini pun akan dibagi lagi dengan pemilik tikarnya,”ungkapnya.

Nenek Ani tak berjualan di Ternate saja namun ada beberapa Kabupaten Kota lain yang juga dikunjungi untuk tetap berjualan tikar tersebut.

“Saya berjualan tikar bukan hanya di Kota Ternate, sampai ke Halmahera hanya dengan berjalan kaki,”katanya.

Sekali jalan ia bisa membawa lebih dari 50 tikar dan itu bisa habis hanya dengan 3 hari.

Sejak suaminya meninggal di tahun 2015, menjual tikar sudah menjadi mata pencahariannya. Hal ini digelutinya sambil menunggu buah kelapa miliknya tua untuk dipanen.

Nenek Ani mempunyai tiga anak, 2 anak laki-laki dan 1 perempuan. Semua anaknya sudah berumah tangga. 

Selain itu, ia juga mengasuh tiga orang anak yatim.(tr-04).

 

Reporter: Siti Halima Duwila

Redaktur: Yunita Kaunar