Membaca Realitas

Bermodal Rp40 Ribu, Kini Fatma Mampu Hasilkan Berbagai Produk

TERNATE (kalesang) – Hanya bermodalkan Rp40 ribu, Fatma Abubakar (44) nekat memulai usaha dengan mambuat Rempeyek, mulai dari situ, dirinya kini mampu menghasilkan keuntungan dari hasil kerjanya.

Rumah Fatma, tepatnya di Jl. Bali Bunga RT 02/RW 01, Kelurahan Tabona, Kota Ternate Selatan, Maluku Utara.

Ia menuturkan, tahun 2019 menjadi awal membangun usaha yang diberi nama Rhoa Z ini waktu itu ia dibantu suaminya Suhitno Ciroso.

“Hanya dengan modal Rp40 ribu, saya buat Rempeyek kacang sekilo, kemudian dititip di warung tetangga.” Ungkapnya kepada kalesang, Jumat (9/12/2022).

Dari keuntungan menjual Rempeyek Kemudian ia mencoba lagi untuk memproduksi lebih banyak, dan dititipkan di sekitar 36 warung yang ada di Kota Ternate.

“Jadi, paling banyak yang saya titip adalah warung merah orang Bugis, karena warung mereka buka 1×24 jam, nah disinilah saya mulai mendapat penghasilan sedikit demi sedikit.” Ucapnya.

Setelah itu, Fatma memberanikan diri untuk titip hasil produk Rampeyek di Pasar Swalayan Tara Noate pusat ole-ole khas Maluku Utara, awalnya hanya 20 bungkus.

Proses awal bangun usaha bagi Fatma memang tidak mudah, namun ia menikmati setiap jerih payahnya, dan terus belajar. Sesekali ia menonton YouTube atau melihat produk-produk yang lain, ia kemudian kembangkan lagi, belajar otodidak.

“Waktu itu saya diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang dibuat oleh Diinas Kesehatan, disitu kami diajarkan bagaimana pengolahan, saya mulai terinspirasi lagi, untuk mengembangkan agar Rhoa Z Kedepannya lebih baik.” Tuturnya.

Perempuan asal Makean, Halmahera Selatan ini, kemudian mengembangkan produksinya ke penganan ringan berbahan Kenari.

Menurutnya, Maluku Utara adalah provinsi penghasil buah kenari. Dengan adanya bahan baku yang melimpah maka Rhoa Z, membuat inovasi baru dengan menjadikan buah kenari sebagai cemilan kekinian yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Perempuan empat anak mengaku, proses pembuatan cemilan ini, dengan menggunakan bahan baku pilihan yang berkualitas, seperti kenari yang bermanfaat baik buat kecerdasan otak dan bisa dibawa kemana-mana dan bisa dikonsumsi kapan saja.

Saat ini hasil olahan produk milik Fatma sudah lebih dari 20 produk, diantaranya yaitu, olahan Ikan, olahan Pala, olahan Kenari, Kopi Rempah dan kue-kue kering.

Fatma bilang, berkat dari olahan Kenari miliknya, ia berhasil lulus seleksi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA). Salah satu produk unggulannya yaitu olahan Kenari.

“Saya tidak menyangka bisa lulus, padahal banyak UKM yang menurutnya lebih dulu memulai usaha dan produknya lebih baik, namun dirinya bisa lulus.” Katanya.

Selain dari itu, Fatma juga diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat. Sekarang ia sudah dipercayakan untuk sosialisasi di sembilan kabupaten Kota di Halmahera.

“Jadi, sosialisasinya untuk usaha pemula, dari situ saya ajarkan kepada masyarakat untuk mengolah bahan lokal yang ada di tempat mereka.” Tambahnya.

Sebagai sarjana pendidikan Fatma, selalu mengajak anak-anaknya untuk memulai berbisnis, karena baginya untuk menjadi seorang pegawai sangatlah susah.

Dari usaha yang terbilang sukses, Fatma sudah mempunyai tenaga kerja harian yang siap membantunya ketika ada pesanan yang banyak.

“Semoga kedepannya, pemerintah selalu mendukung Usaha Kecil Menengah seperti kami agar kami juga bisa berkembang dan membuka lapangan pekerjaan, agar dapat mengurangi angka penggangguran di Maluku Utara.” Harapnya. (tr-04)

 

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Wawan Kurniawan