Dalam Sehari, Kediaman Gubernur Malut Dua Kali Diduduki Ratusan Pegawai RSUD CB Ternate
TERNATE (kalesang) – Dalam satu hari, ratusan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate dua kali menduduki kediaman Gubernur Maluku Utara.
Sebelumnya, pegawai RSUD Chasan Boesoirie Ternate pertama kali datang ke kediaman Gubernur Malut sekitar pukul 10.00 WIT pagi, guna melakukan hearing bersama Gurbernur Malut Abdul Gani Kasuba (AGK).
Namun, kedatangan pertama masa aksi pegawai RSUD Chasan Boesoirie tidak berhasi bertemu AGK, sebab orang nomor satu di Malut itu diketahui masih berada di Sofifi.
Tidak berhasil bertemu gubernur dua kali periode itu, masa aksi lantas menuju ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut, yang juga merupakan sebagai salah satu tujuan atau rute dimana aksi dilakukan.
Di Kejati Malut, masa aksi menyampaikan orasi mereka, dimana menuntut Kejati Malut agar memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait yang terindikasi melakukan dugaan korupsi di RSUD Chasan Boesoirie Ternate terkait dengan TPP Pegawai RSUD Chasan Boesoirie Ternate.
Kurang lebih selama satu jam masa aksi menyampaikan tuntutan, masa aksi diberikan kesempatan untuk melakukan hearing bersama pimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Dade Ruskandar.
Berita Terkait: TPP Belum Dibayar, Sejumlah Pegawai RSUD Chasan Boesoirie Ternate Lakukan Unjuk Rasa
Setelahnya, ratusan pegawai tersebut kembali ke kediaman Gubernur Malut yang berada di Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, untuk kembali meminta hearing bersama Gubernur Malut.
“Jika tidak ada jawaban dari Pemda terkait TPP pegawai di RSUD Chasan Boesoirie Ternate maka hari Senin kita akan lakukan orasi sebesar-besarnya.”Ancam salah satu orator dalam orasinya.
Berita Terkait: Tunggu AGK, Massa Aksi Nakes RSUD Chasan Bosoerie Tiduran di Gubernuran
Diketahui pula, Gubernur Malut telah berada di Kota Ternate, dimana beliau tiba di Pelabuhan Residen Ternate menggunakan kapal cepat (speedboat). Namun, gubernur belum juga menemui ratusan pegawai tersebut.
“Mau datang atau tidak ini gubernur.” Teriak salah satu pegawai.
Sebagaimana diketahui, aksi ratusan pegawai RSUD Chasan Boesoirie Ternate ini terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang belum terbayarkan kurang lebih selama 15 bulan.
Hingga berita ini dipublish, pegawai tersebut masih menunggu kedatangan Gubernur Malut untuk melakukan hearing.(m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
