TERNATE (kalesang) – Tahun 2022 menjadi tahun yang beruntung bagi tenaga honorer. Sebab, pada tahun 2022 ini, pemerintah membuka peluang yakni PPPK tenaga kesehatan, tenaga guru dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.
Sebagaimana diketahui, jumlah formasi untuk tenaga guru tahun 2022 diperkirakan sebanyak 758.018 orang, sementara untuk non guru sebanyak 184.239 orang.
Kini, pemerintah memastikan akan membuka kembali PPPK, selain itu dipastikan pula akan merekrut penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 nanti.
“Pemerintah sudah memutuskan untuk melakukan rekrutmen CPNS dan PPPK pada tahun 2023.” Ucap Menpan RB, Abdullah Azwar Anas, seperti dikutip kalesang.id dari situs resmi menpan.go.id, Sabtu (31/12/2022).
Berbeda dengan perekrutan tahun 2022 bahwa penerimaan hanya difokuskan pada tiga formasi seperti tenaga kesehatan, guru dan penyuluh pertanian.
Namun, pada tahun 2023 fokus penerimaan atau arah kebijakan lebih beragam, artinya tidak hanya terfokus pada pelayanan dasar melainkan lebih dari pada itu.
Menurut informasi yang dihimpun kalesang.id, selain kebijakan pelayanan dasar yang akan direkrut pada 2023, pemerintah juga memberi kesempatan rekrutmen talenta digital dan data scientist secara terukur.
Selain itu, merekrut CPNS secara sangat selektif dan mengurangi rekrutmen jabatan yang akan terdampak oleh transformasi digital.
Saat ini, pemerintah dikabarkan masih menganalisis jabatan mana saja yang bisa terdampak oleh perkembangan digital untuk tahun 2023 mendatang.
“Karena dunia digital berubah cepat, pemerintah juga harus cepat adaptasi agar tidak tergerus zaman.” Kata Anas.
Khusus untuk seleksi CPNS tahun depan, Anas menyebutkan, prioritas pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan profesi tertentu seperti hakim, jaksa, dosen, serta tenaga teknis tertentu lainnya termasuk talenta digital serta jabatan pelaksana prioritas sesuai Peraturan Menteri PANRB No. 45/2022 tentang Jabatan Pelaksana Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah.
Sementara itu, untuk PPPK akan difokuskan pada pemenuhan tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya. Anas meminta, instansi pemerintah mulai mendata dan mengusulkan kebutuhan ASN tahun 2023 yang prioritas untuk segera diisi di instansi masing-masing.
“Berdasarkan usulan kebutuhan dari kementerian, lembaga dan pemda akan ditetapkan formasi dengan memperhatikan pendapat Menteri Keuangan dan pertimbangan teknis Kepala BKN,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Anas menyampaikan bahwa rekrutmen CASN 2023 juga mempertimbangkan sejumlah variabel tertentu seperti indikator jumlah PNS yang pensiun dan pemenuhan SDM guna mendukung program strategis nasional, termasuk letak geografis dan kemampuan anggaran.
“Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan kajian terkait penataan dan pemenuhan formasi ASN Papua dan Papua Barat serta DOB Papua.” Pungkas Anas.(m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
