Membaca Realitas

Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Viral di Twitter, Ini Komentar Warganet !

 

TERNATE (kalesang) – Nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, Kuntu Daud viral di media sosial Twitter pada, Kamis(26/1/2023) hari ini.

Politisi PDI-Perjuangan itu viral karena salah satu warganet mengunggah pernyataannya yang menganggap Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Chasan Boesoirie Kota Ternate seperti komunis, dikarenakan melakukan demonstrasi di depan ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) dengan tuntutan pembayaran TTP selama 15 bulan.

“Eh mohon maaf ya pak, NAKES di negara KOMUNIS aja dibayar gajinya pak! Kalo gak dibayar gajinya itu bukan komunis pak, tapi perbudakan.” Tulis warganet dr. Asa Ibrahim, Sp.OT dengan akun @asaibrahim.

Selain itu, unggahan tersebut juga mendapat ribuan komentar dari warganet yang menganggap hal tersebut tak wajar diucapkan.

Baca Juga: Ketua DPRD Maluku Utara Diduga Lecehkan Tenaga Kesehatan RSUD Chasan Boesorie Ternate

“Pak, kalau anda atau keluarga anda sakit jangan ke rumah sakit yak pak. SILAHKAN KE DUKUN!.” Komentar akun @tanpanamaI.

“Belum bayar 15 bulan, nuntut haknya dibilang komunis? Gak kaget dia dari partai mana sih.” Tulis akun @ultranuy.

“15 bulan gak di gaji? Edan sih ini, kurang loyalitas bagaimana lagi itu Nakes? Coba DPRD gak usah digaji ? udah bubar, digaji aja gak ada hasil kerjanya.” Imbuh akun @ErickFernandoW.

Namun, terdapat juga komentar yang mendukung pernyataan yang dilontarkan oleh DPRD Fraksi PDI-P itu.

“Beliau hanya membantu upaya Nakes di Maluku Utara untuk mendapat sorotan dari orang-orang di Jakarta, kalau tidak viral kan demonya nggak akan di mention.” Ujar akun @corocongklak.

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Junaidi Drakel