Angka Kematian Bayi di Kepulauan Sula Tertinggi se Maluku Utara
Angka Kematian Bayi di Maluku Utara Duduki Peringkat ke-6 dari 34 Provinsi
TERNATE (kalesang) – Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi Maluku Utara mengalami penurunan signifikan dalam satu dekade terakhir.
Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Ifan Santoso, SST., M.Si mengungkapkan, dari hasil Long Form Sensus Penduduk (LF SP2020) mencatat, trend angka kematian bayi di Maluku Utara pada tahun 2022 mencapai 28,61.
Ia menuturkan, jika dibandingkan dengan angka kematian bayi pada hasil SP tahun 2010 yang mencapai 40,00, maka angka tersebut mengalami penurunan. Kemudian, jika dibandingkan dengan hasil SP tahun 2000 yang mencapai 75,00, maka dalam 20 tahun terakhir, angka kematian bayi di Maluku Utara mengalami penurunan sebesar 62 persen.
“Itu artinya pada tahun 2022 setiap 1000 kelahiran, ada 28 sampai 29 bayi yang meninggal.” Ungkapnya, Rabu (1/2/2023).
Ifan menuturkan, penurunan angka kematian bayi tersebut disebabkan karena peningkatan persentase bayi yang mendapat imunisasi lengkap serta peningkatan rata-rata lama pemberian Air Susu Ibu (ASI).
“Imunisasi lengkap serta pemberian ASI membuat bayi semakin mampu bertahan hidup.” Katanya.
Ia merinci, pada peringkat kabupaten/kota, angka kematian bayi tertinggi berada di Kabupaten Kepulauan Sula sebesar 36,71 kejadian per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi terendah berada di Kota Ternate sebesar 22,06 kejadian per 1000 kelahiran hidup.
Sementara itu, pada Pulau Morotai angka kematian bayi sebesar 29,12, Pulau Taliabu 27,51, Halmahera Selatan 34,65, Halmahera Barat 29,12, Halmahera Utara 24,37, Kota Tidore Kepulauan 23,29, Halmahera Timur 24,05, dan Halmahera Tengah 31,73.
Meski turun, angka kematian bayi di Maluku Utara menduduki urutasn tertinggi ke- 6 dari 34 Provinsi,dan masih terhitung tinggi dari angka nasional yakni 16.
“Kita masih punya tantangan untuk menurunkan angka kematian bayi, dengan cara fasilitas kesehatan bagi ibu hamil harus ditingkatkan lagi.” Pungkasnya.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
