TERNATE (kalesang) – Sebagai pebisnis rumahan yang masih pemula, tentu seseorang harus terlibat pada produksi hingga penjualan.
Awalnya, memang tidak mudah menjalani usaha rumahan. Hal ini yang dilakukan oleh Nursia, pemilik kedai Queen Dessert yang berlokasi di Kelurahan Makasar Barat, Kota Ternate Utara, Maluku Utara.
Tentu, untuk menjalankan bisnis, Nursia harus pintar-pintar membagi waktu, karena selain mencari uang, tanggung jawab yang tidak bisa dilepas, adalah suami dan anaknya.
Cia sapaan akrabnya Nursia bercerita, sejak masih kuliah di Universitas Hasanuddin Makassar di tahun 2013, ia sudah aktif jalankan usaha berkat bantuan dari kampus, dengan jualan beberapa olahan seperti ubi.
Dia kuliah di jurusan S1 Pertanian, namun Cia yang yang hobi masak itu, selalu manfaatkan peluang di kampus, dengan mengikuti kegiatan seperti radio kampus ataupun organisasi di ruang lingkup kampusnya.
Singkat cerita, setelah lulus kuliah S2 jurusan Management Pengelolaan Lingkungan. Di tahun 2019, Cia melangsungkan pernikahan dengan Rifki, lelaki asal Kota Ternate yang saling kenal waktu masih di bangku kuliah. Dan ia pun putuskan untuk ikut bersama suami ke Ternate.
Baca Juga: Berawal dari Bantu Ibu, Kini Sitna Hajar Baay Punya Usaha Sendiri
Dalam perjalanan usia pernikahan, Cia pun mengandung anak pertama. Dengan keadaan seperti itu, aktivitas sehari-harinya pun terbatas. Ia manfaatkan media sosial seperti nonton YouTube.
Mulai dari situ, perempuan asal Mamuju, Sulawesi Barat itu mulai meniru dan modifikasi kembali apa yang dilihatnya. Beberapa desert pun coba dibuat olehnya, setelah itu ia mulai tertarik karena dapat respon baik dari keluarga dan kerabatnya.

“Dari nonton YouTube itulah saya mulai cari beberapa kreasi menu makanan, yang simple untuk dibuat di rumah.” Ungkapnya saat ditemui reporter kalesang.id, Kamis (16/2/2023).
Hampir setiap hari, Cia mengatakan, ia mencoba mempraktikkan resep dessert yang belum ia kuasai.
“Saya sangat percaya diri waktu itu. Mulai lah jualan di Facebook. Alhamdulillah banyak permintaan dari situ.” Ujarnya.
Namun, selang lahiran anak pertamanya itu, ia mulai istirahat selama setahun untuk usahanya tersebut. Dan mulai kerja menjadi admin di salah satu perusahaan wiraswasta.
Meski bekerja sebagai admin, dengan usia pernikahan yang masih cukup muda, Cia selalu berusaha agar keluarganya selalu bersama. Namun, saat itu, suaminya kerja di salah satu instansi di Weda, Halmahera Tengah. Ia pun ikut suami di sana dan berhenti kerja jadi admin.
“Jadi saya ikut suami di sana, kerja jadi admin pun tidak lanjut lagi.” Ucapnya.
Setelah beberapa lama di Weda, Cia kembali ke Ternate, karena kondisi lingkungan yang menurutnya kurang sehat.
“Dan setelah balik ke Ternate, saya mulai fokus lagi jualan desert dan salad buah.” Katanya.
Selain itu, kata perempuan 29 tahun itu, di sela-sela dengan kesibukan usaha, ia juga membantu untuk menyusun laporan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal ini dilakukan olehnya ketika punya kesempatan.
“Beberapa kesempatan saya dipanggil untuk menyusun laporan terkait dengan lingkungan. Apapun itu saya lakukan selama masih sesuai dengan passion saya dan ada kesempatan, saya akan coba.” Bebernya.
Lanjut perempuan anak kedua dari lima bersaudara itu, untuk usaha Queen Dessert miliknya itu, ia selalu punya kebiasaan, ketika melihat sesuatu atau menonton, langsung dicatat dan kemudian dicoba.
Tentunya, menjadi seorang ibu yang bangun usaha tidaklah mudah. Karena desert dan salad buah, ia yang buat sendiri. Setelah anaknya istirahat, ia mulai memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin.
“Anak saya istirahat saya mulai buat, kadang sering bangun subuh untuk kerjakan semua itu.” Bebernya.
Akhirnya, kata Cia, kedai miliknya tidak buka sesuai dengan waktu yang telah ia buat. Karena ia sendiri yang buat desert dan salad buah sendiri. Dalam sehari, jualannya bisa habis karena banyak yang pesan. Terkadang pun tidak habis, jika cuaca sedang tidak baik. Jadi sekali buat tidak banyak.
Untuk penjualan, Cia lebih memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, Facebook. Selain itu, orang-orang terdekatnya juga membantu.
Untuk pertahankan sebuah usaha, hal yang dilakukan oleh Cia adalah konsisten. Selain itu, kualitas rasa menjadi hal yang paling utama. Meskipun begitu tampilan jualan harus di buat semenarik mungkin.
“Sebenarnya untuk buat usaha desert dan salad buah, yang utama adalah rasa, ketika rasanya enak, pasti orang-orang akan datang untuk beli terus.” Ucapnya.
Selain untuk menjaga kualitas rasa, menurut Cia, ketahanan tubuh pun harus kuat, karena itu akan pengaruh terhadap apa yang dibuat.
Cia bilang, untuk bangun sebuah usaha seseorang harus melihat kesempatan ataupun peluang pasar. Jika ada modal, sebaiknya langsung buka usaha.
Bangun sebuah usaha, kata Cia, kalau jatuh itu sudah pasti. Hal yang penting adalah kembali dengan prinsip awal dan harus bertahan. Dan terpenting adalah support dari keluarga, kerabat maupun orang-orang sekitar.
“Alhamdulillah saat ini semuanya berjalan dengan baik. Saya juga berharap ke depannya bisa bantu orang untuk buka lapangan pekerjaan.” Tandasnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
