Berawal dari Bantu Ibu, Kini Sitna Hajar Baay Punya Usaha Sendiri
TERNATE (kalesang) – Di era teknologi dan digital yang semakin canggih ini, tentu memberikan peluang besar yang telah mendatangkan keuntungan dan kesuksesan.
Untuk merintis sebuah usaha online, seseorang hanya mengandalkan gudget yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan.
Hal ini dilakukan oleh Sitna Hajar Baay, yang terjun ke dunia bisnis online dan cemilan. Bisnis yang digelutinya ini, membantunya sejak masuk di dunia perkuliahan.
Sitna menuturkan, mulai usaha jual online dan cemilan karena terinspirasi dari sang ibu yang kesehariannya jual pisang goreng, air guraka dan terima pesanan makanan.
Terjun ke dunia bisnis online, kata Sitna, dimulai sejak tahun 2019 yang saat ini dikenal dengan Siarshop, alamatnya di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara.
Siarshop sendiri, lanjut perempuan kelahiran 27 Februari 2001 itu, sering membantu ibunya ketika jualan di warung. Dari situ, ia mulai terinspirasi untuk cari uang sendiri dengan jualan.
“Dari bantu ibu, dapat untung. Sangat senang, karena kerja dan dapat uang dari hasil kerja sendiri itu buat lebih semangat.” Ungkapnya saat ditemui reporter kalesang.id. Selasa (14/2/2023).
Kata Sitna, ia mulai jalankan bisnis sendiri sejak dirinya masuk kuliah. Dari situ, ia diajak oleh ibunya untuk bangun usaha sendiri.
“Jadi, ibu terus dorong untuk bangun usaha sendiri. Dikasih modal sama ibu, tapi saya masih mikir mau jualan apa waktu itu.” Katanya.
Namun, anak kesayangan dari Mulkani Baay dan Hafsa Gahtan itu selalu memanfaatkan media sosial agar mendapat informasi terkait dengan bisnis.
“Pas lihat-lihat di Instagram dan lihat beberapa bisnis online shop, akhirnya saya putuskan untuk jual baju dulu.” Tutur Sitna.
Meski hanya jualan baju, pendapatan Sitna sangat cukup waktu itu dan modal yang diberikan oleh ibunya pun kembali. Mulai merasa tertarik dengan pendapatan sendiri. Perempuan berwajah cantik ini kemudian kembangkan lagi usaha tersebut.
Baca Juga: Awalnya Hobi Jajan, Sekarang Pasangan Ini Bangun Usaha Crepeslicious di Ternate
Selain dari jual baju, Sitna kemudian jual lagi aksesoris dan beberapa barang lainnya. Meski begitu, usaha online yang dijalankan oleh Sitna ini, tidak semuanya laku terjual. Karena banyak usaha-usaha online yang lebih dulu dibandingkan dirinya.
“Kadang barang-barang yang sudah datang itu, belum terjual semua. Tapi saya tetap semangat, kan saya juga bantu orang tua agar bisa biaya kuliah sendiri.” Ucapnya.
Tentu, perempuan yang saat ini mengenyam pendidikan di Universitas Khairun Ternate itu selalu punya inovasi yang menarik agar bisa kembangkan usahanya lagi dengan bisnis cemilan.
Setelah dua tahun bisnis online shop, di tahun 2021, Sitna mulai bisnis cemilan yang saat ini dikenal kalangan anak muda dan teman-temannya, yaitu Dapur Mam Dikit.
“Buka usaha kuliner ini karena saya dan adik saya, Anita Baay suka makan, dari situ kita berdua putuskan untuk buka usaha ini.” Ujarnya.
Dengan keinginan itu, Sitna mulai bertanya kepada teman-teman yang sudah buka usaha kuliner lebih dulu, ia mulai diskusi dan tertarik. Karena peluang pasar dan pendapatan cukup baik.
“Hobi saya masak dan makan, saya coba buat. Alhamdulillah berjalan sampai sekarang.” Ucapnya sambil tersenyum.
Saat ini, lanjut perempuan jurusan Management Keuangan Unkhair itu, ia mulai kembangkan beberapa varian rasa yang berbahan dasar pisang, seperti banana roll, pisang nugget, banana ball dan juga kentang goreng balado.
Baca Juga: Ayo Mampir, Pekan Ini Coconutkai Punya Menu Favorit
Selain itu, untuk minuman, Sitna punya beberapa varian rasa, seperti mango bomb, alvocado kocok, mango cheese milk, es lumut cincau capuccino dan es jomblo.
Untuk buat usaha ini, Sitna lebih banyak manfaatkan sosial media seperti YouTube. Hal ini dilakukan agar dirinya bisa membuat menu yang enak dan tentunya menarik perhatian konsumen.
Menurut Sitna, untuk menjalankan sebuah usaha dan membuat orang tertarik, hal yang perlu dilakukan adalah punya konsep yang menarik dan konsisten dalam jalani sebuah usaha.
“Konsep sangat perlu, untuk menarik perhatian konsumen. Jadi, dari beberapa jualan olshop dan cemilan ini, saya usahakan agar menghadirkan konsep yang berbeda dari yang lain.” Katanya.
Meski disibukkan dengan kuliah dan usahanya, Sitna merupakan salah satu mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi. Saat ini ia terlibat di BEM Universitas Khairun, aktif di komunitas Ternate Creative Space, Lokataru dan organisasi Gamhas.
Menurut Sitna, di mana ada kesempatan untuk belajar, ia selalu manfaatkan hal tersebut. Ia sendiri punya cara agar apa yang digelutinya saat ini bisa dijalankan semua.
“Orang tua saya bukan yang banyak uang, sejak kecil kami sudah diajarkan untuk lebih mandiri. Dan sebagai anak muda, jangan bergantung pada orang lain. Kalau bisa sendiri kenapa harus bergantung pada orang lain, apalagi menyusahkan orang lain.” Tandasnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
