TNI AL Amankan Tongkang Bermuatan 11 Ribu Ton Nickel di Kepulauan Sula
Danlanal Ternate: Ditemukan Tiga Pelanggaran
SANANA (kalesang) – Kapal tongkang yang kandas di pesisir pantai Desa Umaloya, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, ternyata memuat 11 ribu ton nickel ore.
Berdasarkan keterangan yang didapatkan kalesang.id, tongkang tersebut berasal dari Buli, Kabupaten Halmahera Timur, menuju ke Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.
Lettu Laut (P), Jarwo mengatakan, mereka mengamankan dua kapal tersebut karena ditemukan sejumlah masalah saat mereka melakukan razia di perairan laut Kepulauan Sula.
Berita Terkait: Pesawat Trigana Air Batal Mendarat, Ini Tanggapan Kepala Bandara Emalomo Sanana
Di TKP, lanjutnya, mereka temukan dua kapal jenis, TB TJA 2810/TK.TJA 125 dan MBS 122/TK MBS 382. Nahkodanya Asrul dan perusahaan PT Batuah Abadi Lines.
“Saat kami melakukan pemeriksaan, kedua kapal tersebut radionya tidak sesuai, jangkar tidak berfungsi dengan baik. Jadi saat ini dokumen kapal masih ditahan sementara.” Kata Jarwo, Jumat (10/3/2023).
Berita Terkait: Gegara Kapal Tongkang Karam, Trigana Air Batal Mendarat di Bandara Emalamo Sanana
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, Jarwo menambahkan, kedua kapal tersebut membawa nickel ore. Satu kapal membawa muatan sebanyak 11 ribu ton.
“Kedua kapal sekarang kami masih melakukan pendalaman. Jika semua sudah selesai barulah kami lepaskan dua kapal tersebut.” Tandasnya.
Sementara itu, Danlanal Ternate, Letkol (Mar), Ridwan Aziz membenarkan jika kapal tersebut ditahan di perairan Kepulauan Sula. Karena dianggap lakukan tiga pelanggaran.
“Pada saat pemeriksaan, ada beberapa dokumen yang tidak lengkap. Karena tugas TNI AL mengamankan perairan laut Indonesia.” Katanya.
Reporter: Karman Samuda/Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
