Membaca Realitas

Harta Kekayaan Pejabat Kantor Pajak Ternate Disorot

Imbas Kasus Rafael Alun

TERNATE (kalesang)– Harta kekayaan seluruh pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Ternate, Maluku Utara menjadi sorotan Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (HMMI).

Hal tersebut merupakan dampak dari kasus kepemilikan harta kekayaan yang menimpa mantan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Rafael Alun Trisambodo setelah penganiayaan yang dilakukan oleh anaknya Mario Dandy Satrio terhadap David Ozora.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum PB HMMI Dzulkifli Kalla meminta agar seluruh pejabat KPP Pratama Kota Ternate dapat melakukan pelaporan harta kekayaan secara transparan sehingga di wilayah Maluku Utara tidak terindikasi kasus tersebut.

“Sampai per hari ini ada 674 pegawai Kementrian Keuangan yang terindikasi adanya penggelapan dana, hal itu menjadi alasan juga bagi kami untuk memastikan pelaporan harta kekayaan yang dimiliki oleh pegawai KPP Pratama Ternate.” Jelasnya kepada kalesang.id, Rabu (15/3/2023).

Selain itu, ia mendesak sejumlah pihak terkait untuk mengaudit harta kekayaan seluruh staff lembaga vertikal Kementrian Keuangan di Maluku Utara.

“Kami mendesak agar perwakilan BPK, KPK, dan pihak berwajib agar mengaudit harta kekayaan pegawai Kementrian Keuangan dan dalam prosesnya harus tranparan.” Tegasnya.

Dzulkifli menegaskan jika hal tersebut tidak diindahkan oleh KPP Pratama Kota Ternate maupun pihak terkait lainnya maka PB HMMI dipastikan melakukan demontrasi secara nasional.

“Jika tuntutannya tidak dipenuhi, kami akan melakukan konsolidasi secara besar-besaran.” Tandasnya.

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan