Peringati HJT ke-915 Tahun, Sultan Tidore: Merawat Tidore adalah Merawat Indonesia
Digelar di Halaman Kadaton Kie Kesultanan Tidore
TIDORE (kalesang) – Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah menyebut bahwa merawat Tidore sama halnya merawat Indonesia.
Hal tersebut ia ungkapkan saat memberikan sambutan dalam upacara memperingati Hari Jadi Tidore (HJT) ke 915 Tahun di halaman Kadaton Kie Kesultanan Tidore, Rabu (12/4/2023) pada pukul 16.00 WIT sore.
“Merawat Tidore adalah merawat Indonesia. Kalau ada yang tidak suka Tidore, berarti tidak suka pada Indonesia.” Ujar Husain.
Maka dari itu, dia mengatakan bahwa pesan tersebut harus sampaikan ke seluruh masyarakat yang mendiami jazirah Tidore agar untuk sama-sama menjaga dan merawat Tidore.
Hidup ini, kata Husain, adalah berkelindan yakni masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Sebab menurutnya, masa depan tidak terlepas dari kebijakan maupun apa yang hari ini dilakukan.
“Yang kita lakukan hari ini yang akan kita wariskan nanti ke anak cucu.” Jelasnya.
Karena itu, Husain mengajak agar semua lapisan masyarakat untuk melakukan perenungan atas seberapa jauh sudah kontribusi yang telah didedikasikan untuk Tidore.
Sebab lanjut dia, memperingati Tidore adalah bagaimana merawat kebesaran Tidore yang dititipkan oleh para leluhur.
“Kita bisa makan, kita istirahat dengan aman karena ada peristiwa masa lalu. Ada warisan masa lalu, jadi coba kita refleksi seberapa jauh kontribusi kita terhadap Tidore.” Tegasnya.
Dia menambahkan, di usia ke 915 tahun ini, Tidore sudah berusia sangat tua namun hingga saat ini masih tetap eksis meskipun, kata Husain, perubahan telah terjadi dimana-mana tetapi identitas orang Tidore masih tetap ada hingga saat ini.
Identitas orang-orang Tidore ini, Husain bilang, ialah hadir untuk memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang berada disekelilingnya.
Jadi, lanjut dia, dirinya sangat berterimakasih kasih kepada para bobato adat maupun para imam, serta seluruh masyarakat adat karena telah membentengi warisan masa lalu Tidore hingga masih terjaga, walaupun, kata dia, dirinya melihat ada pihak-pihak tertentu yang mungkin sudah berusaha untuk mulai memadamkan api Tidore.
“Tapi yakin dan percaya, api itu tidak pernah akan padam selama Husain Sjah dan kalian semua berada disini. Kita akan mati bersama Tidore dan tidak akan padam api Tidore. Saya berharap semua pihak bisa mendengar ini.” Tegasnya.
“Saya ingatkan kepada saudara-saudara, Husain Sjah tidak akan pernah takut bersama bobato ini, untuk merawat dan menjaga Tidore ini sampai kapanpun juga.” Ujarnya.
Selain itu, Husain juga menuturkan bahwa pada peringatan 915 tahun Tidore ini, bukan untuk memperingati umur seorang Husain Alting dan menambah kebesaran seorang Husain Alting.
“Tidak ! Husain Alting tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kebesaran Tidore. Jadi kalau ada perspektif bahwa memperingati HJT adalah untuk membesarkan seorang Husain Alting, itu adalah pandangan yang salah dan keliru.” Pungkasnya.
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Wawan Kurniawan
