Anak Buah Kapal Republik Liberia yang Jatuh di Perairan Maluku Utara Belum Ditemukan
Pencarian Masih Terus Dilakukan
TERNATE (kalesang) – Pencarian Anak Buah Kapal (ABK) asing berbendera Republik Liberia yang diduga terjatuh di Perairan Ternate, Maluku Utara terus dilakukan. Saat ini telah memasuki hari ketiga, namun korban belum juga ditemukan.
“Di pencarian hari ketiga hingga sore hari Tim SAR Gabungan belum menemukan korban.” Kata Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman dalam keterangannya, Sabtu (20/5/2023).
Fathur menjelaskan, hingga saat ini ABK Sabrina Fair belum diketahui Identitasnya. Pencarian pada hari ini, dimulai pukul 07.30 WIT, dengan menggunakan Kapal SAR 237 Pandudewanata.
“Kapal SAR 237 Pandudewanata bertolak dari Pelabuhan Tobelo dan melaksanakan pencarian sesuai dengan rencana operasi pada koordinat.” Ungkap Fathur.
Berita Terkait: Satu ABK Bendera Republik Liberia Terjatuh di Perairan Maluku Utara
Tim SAR Gabungan, lamjut Fathur, di antaranya Tim Rescue Basarnas Ternate, Lanal Ternate, Ditpolairud Polda Maluku Utara dan KSOP Ternate melakukan pencarian pada titik koordinat 2°18’60.00″N / 127°17’0.00″E, 2°30’60.00″N / 127°17’0.00″E, 2°30’60.00″N / 127°28’0.00″E dan 2°18’60.00″N / 127°28’0.00″E.
“Luas area pencarian korban dari Last Know Position (LKP) 45 Nm². Pencarian sedikit terkendal karena kondisi cuaca yang berubah-ubah, di mana arus dan gelombang serta angin kencang.” Jelas Fathur.
Kronologis Kejadian;
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kronologis kejadian jatuhnya ABK kapal Republik Liberia itu diketahui pada tanggal 09 Mei 2023, pukul 16.37 WIT. Yang mana, kapal Sabrina Fair berlayar dari Shimizu Jepang menuju Bunbury, Australia.
Kemudian, pada tanggal 18 Mei 2023, pukul 16.53 WIT, salah seorang ABK dari kapal berbendera Liberia tersebut terjatuh di Perairan Batang Dua Maluku Utara pada koordinat duga 1°54’0.00″N / 126°40’0.00″E Dengan jarak ± 83.18 NM dan Radian 331.34° dari Kantor Basarnas Ternate.
Ketika laporan tersebut diterima Basarnas Ternate, pada pukul 17.45 WIT, Basarnas Ternate berkoordinasi dengan Basarnas Command Center (BCC) untuk Pemapelan dan E-Broadcasting.
Dan pada pukul 17.55 WIT, Basarnas Ternate berkoordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate untuk bantuan pemapelan.
Selanjutnya, pukul 20.45 WIT, Tim Rescue Basarnas Ternate menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandudewanata bergerak menuju LKP untuk melaksanakan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban.
Akan tetapi, hingga pencarian hari ketiga, korban yang belum diketahui identitasnya itu belum juga ditemukan.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
