Universitas Khairun Ternate Jalin Kerjasama dengan Komisi Yudisial
Bentuk Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
JAKARTA (kalesang) – Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bersama Komisi Yudisial (KY) RI, menggagas kerja sama memanfaatkan sumber daya yang untuk saling membantu dalam penyelenggaran Tridharma Perguruan Tinggi.
Audiensi untuk menggagas kerjasama tersebut diselenggarakan di Gedung Komisi Yudisal, Jakarta, Jumat (26/5/2023) dihadiri Rektor Universitas Khairun, M. Ridha Ajam bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Kemahasiswaan dan Alumni, Abdul Kadir Kamaluddin, Dekan Fakultas Hukum Jamal Hi. Arsyad dan Dosen Fakultas Hukum, Imran Ahmad.
Rektor M. Ridha Ajam beserta rombongan disambut Ketua Komisi Yudisal, Mukti Fajar Nur Dewata didampingi anggota Komisioner KY Amzulian, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi, serta Kepala Sub bagian Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga.
Rektor Unkhair Ternate, M. Ridha Ajam dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa kejasama ini difokuskan pada implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), seperti program magang dan praktisi mengajar.
“Kerjasama antara Unkhair dengan KY sebenarnya telah diselenggarakan pada masa-masa sebelumnya, antara lain eksaminasi dan diseminasi putusan, investigasi, profiling hakim, pemantauan sidang, seminar, dan kuliah umum.”Ungkap Rektor.
Sementara, Ketua Komisi Yudisial RI Mukti Fajar Nur Dewata menyampaikan, pihaknya senantiasa membuka diri dengan berbagai pihak karena KY tidak mungkin mengerjakan tugas-tugasnya sendiri, sehingga butuh untuk membangun hubungan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk lembaga perguruan tinggi.
“Kerjasama dengan Unkhair sebagai perguruan tinggi dapat dilaksanakan beberapa hal pertama, menjadikan Unkhair sebagai bagian dari jejaring KY, sehingga dalam konteks pemantauan dan seleksi hakim agung maka Unkhair dapat diajak kerjasama baik sebagai tenaga ahli atau informan karena lebih mengenal wilayahnya.
Kedua, dalam bidang penelitian dan pengembangan, dalam hal ini ada kolaborasi dalam riset dan pengembangannya yang berkaitan dengan kampus.
Ketiga, Program Magang, terkait magang KY sudah membuka diri dan sudah banyak kampus yang diberi kesempatan.
“Untuk Program Praktisi mengajar, saya mempersilahkan Unkhair menawarkan mata kuliah, sehingga dari anggota komisioner atau kesekjenan yang bersedia mengajar nanti dikomukasikan dan diatur jadwalnya beserta teknis mengajarnya.” Ujar Mukti
Mukti menegaskan, bahwa KY pada prinsipnya terbuka untuk menjalin kerjasama, karena semakin banyak bekerjasama dengan berbagai pihak akan semakin memudahkan KY dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“Namun dia kembali mewanti-wanti agar MoU jangan hanya di atas kertas namun harus diimplementasikan dan ada outputnya.” Tegas Mukti.
Terpisah, Anggota Komisioner KY Amzulian menambahkan, pada prinsipnya KY menyambut baik kunjungan ini karena perguruan tinggi adalah prioritas kerjasama.
” KY dan Unkhair adalah bagian dari lembaga publik sehingga kerjasama bukan hanya bagian dari kepentingan perguruan tinggi semata, namun merupakan kepentingan semua pihak untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.” Tutup Amzulian. (tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan
