Membaca Realitas

Pemkot Ternate Diminta Lobi DAK Bangun Perpustakaan

Nurlaela: Kendalanya Cuma Persoalan Lahan

 

TERNATE (kalesang) – DPRD Kota Ternate, Maluku Utara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta Pimpinan PT. Gramedia Cabang Kota Ternate, Jumat (7/7/2023).

RDP tersebut terkait dengan optimalisasi gerakan literasi di Kota Ternate. DPRD meminta agar Pemkot Ternate harus menindaklanjuti untuk mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) pembangunan perpustakaan.

Karena anggaran tersebut akan dibantu oleh perpustakaan nasional (Perpusnas) senilai Rp10 miliar. Olehnya itu, Pemkot juga harus menyiapkan lahan untuk dibangun gedung perpustakaan berbasis nasional di Kota Ternate.

“Ini sudah cukup lama, dari dua kali APBD kendalanya cuma persoalan lahan. Makanya Komisi III akan panggil Bapelitbangda, Disperkim dan Kadis Perpustakaan untuk membahasnya.” Kata anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif.

Nurlaela mengungkapkan, pembangunan perpustakaan ini Pemkot Ternate tidak lagi mengeluarkan anggara daerah, tetapi mendapatkan DAK dari Pemerintah Pusat, sangat disayangkan apabila tidak ditindaklanjuti oleh Pemkot Ternate.

“Kami sangat apresiasi kepada pihak penerbit seperti PT. Gramedia dan beberapa toko buku lainnya yang merespon bagus sesuai dengan amanah regulasi Perda Gerakan Literasi di Kota Ternate Nomor 7 Tahun 2023 bahwa pelibatan swasta juga ikut serta di dalam program ini.” Ucapnya.

Baca Juga: Setelah Diberhentikan dari DPRD Ternate, Politisi PKB Ini Bakal Tempuh Jalur Hukum

Selain itu, Nurlaela menambahkan, ada terobosan program yang menurut pihaknya sangat perlu diapresiasi, yakni program donasi literasi Ternate yang nantinya akan diinisiasi oleh PT. Gramedia bekerja sama dengan Pemkot Ternate.

“Tadi sudah ada komitmen bersama, sehingga percepatan terkait dengan program literasi berbasis inklusi, digital dan dukungan terhadap komunitas literasi di Kota Ternate ini harus segera ditindaklanjuti.” Ungkapnya.

Saat ini, kata politisi Partai NasDem Ternate itu, indeks baca di Kota Ternate telah mengalami peningkatan 68 persen dari hasil evaluasi Perpustakaan RI. Artinya, dengan adanya pengesahan Perda gerakan literasi dari DPRD dan Pemkot Ternate cukup membuahkan hasil yang optimal.

“Tinggal konsistensi pergerakannya harus lebih dimaksimalkan lagi dengan melibatkan pihak swasta.” Tandasnya.(tr-01)

 

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel