TERNATE (kalesang) – Gempa bumi berkekuatan 5.2 Magnitudo (M) kembali mengguncang wilayah Pantai Utara Kepulauan Sula, Maluku Utara. Peristiwa itu terjadi pukul 18.46 WIT, Senin (27/7/2023).
Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Andri Wijaya Bidang mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 5.0 M.
“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,44° LS ; 126,41° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 Km arah Utara Mangoli Utara Timur, Kepulauan Sula, Maluku Utara pada kedalaman 24 km.” Kata Andri.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjut Andri, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi kerak bumi.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.” Ungkapnya.
Berita Terkait: Setelah 5.8 Magnitudo, Sanana Kepulauan Sula Diguncang Gempa Bumi hingga 25 Kali
Berdasarkan estimasi peta guncangan, kata dia, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Kepulauan Sula dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.” Katanya.
Andri menambahkan, gempa bumi ini merupakan susulan dari gempa bumi 5.8 M, yang mana hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 30 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar 5.2.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Bila ada, hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.” Pungkasnya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
