Membaca Realitas

Sanana Kepulauan Sula Kembali Diguncang Gempa Bumi 5.2 Magnitudo, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG: Sudah 77 Aktivitas Gempa Bumi Tektonik di Sanana

TERNATE (kalesang) – Wilayah Sanana Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 5.2 magnitudo (M). Gempa tektonik itu terjadi sekira pukul 12.31 WIT pada Kamis, (20/7/2023).

Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Andri Wijaya Bidang, mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,2.

Di mana, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,4° LS ; 126,46° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 87 Km arah Timur Laut Sanana, Maluku Utara, pada kedalaman 10 km.

Dikatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.” Ungkap Andri.

Berita Terkait: Update: 36 Kali Gempa Bumi Susulan Guncang Sanana Kepulauan Sula, Terkuat 5.2 Magnitudo

Andri menyebutkan, gempa bumi itu berdampak dan dirasakan di daerah Sanana dengan skala intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI), di mana, getaran dirasakan nyata dalam rumah.

“Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.” Ujarnya.

Disebutkan pula, gempa bumi ini merupakan rangkaian gempa bumi Kepulauan Sula 5.8 M. Hingga pukul 13.30 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 77 aktivitas gempa bumi.” Tambahnya.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.” Pungkasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel