Soal Kenaikan Tarif Lintas Provinsi, ASDP Ternate Tindaklanjuti Edaran Kemenhub RI
Justan: Kami Rencana Rilis Angka Nilai Penyesuaian Tarif
TERNATE (kalesang) – PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry Persero Cabang Ternate, Maluku Utara bakal menindaklanjuti edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI tentang penyesuaian tarif lintas provinsi.
Pemberlakukan penyesuaian tarif lintas provinsi ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Perhubungan RI Nomor: 61 Tahun 2023 tanggal 4 Juli 2023 tentang tarif penyelenggaran angkutan penyebrangan kelas ekonomi lintas antara provinsi dan negara.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate, Justan Gaffaru mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan sosialisasi terkait dengan pemberlakukan penyesuaian tarif angkutan penyebrangan lintas provinsi.
“Karena tanggal 3 Agustus ASDP Cabang Ternate sudah melakukan penyesuaian tarif, khusus lintas provinsi, kalau kita diberlakukan hanya lintas Ternate-Bitung.” Kata Justan Senin (24/7/2023).
Baca Juga: Siapkan Diri Anda, September 2023 Bakal Dibuka Perekrutan CPNS dan PPPK
Justan mengaku, kenaikan tarif secara keseluruhan rata-rata 5 persen, dan tentu ini berlaku serentak di seluruh Indonesia, karena ASDP Pusat sudah merilis edaran tersebut.
“Kemarin sebenarnya kami sampaikan informasi itu ke pemakai jasa melalui grup WhatsApp, tapi menjaga kemungkinan hari ini kami juga memasang spanduk terkait penyesuaian tarif lintas Ternate-Bitung.” Ujar Justan.
Meski ada kenaikan penyesuaian tarif, lanjut Justan, namun dirinya belum bisa merinci angka nilai penyesuaian tarif.
“Kami berencana merilis angka nilai penyesuaian tarif dan akan disampaikan Selasa (25/7/2023) besok.” Ucap Justan.
Baca Juga: Diduga Menipu 2 Warga Ternate, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Maluku Utara
Justan menuturkan, ia tetap mengikuti keputusan Menteri Perhubungan RI, mengenai perihal penyesuaian tarif memang dari asosiasi operator kapal sudah membahas menyangkut dengan biaya operasional kapal.
“Karena memang biaya operasional kapal cukup tinggi, terutama perlengkapan alat keselamatan, kita tahu pasti soal kenaikan BBM kemarin tentu sangat mempengaruhi, terutama suku cadangannya kemudian alat keselamatan, ini bagi kami sangat pokok.” Pungkasnya.(tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Junaidi Drakel
