Membaca Realitas

Gelar Seminar Nasional, Unkhair Bahas Kawasan Melanesia

TERNATE (kalesang)– Pusat Studi Melanesia Universitas Khairun (Unkhair) Kota Ternate menggelar seminar nasional bertajuk Masa Depan Indonesia dan Peran Maluku Utara sebagai Episentrum di Kawasan Melanesia.

Seminar yang dihelat di Aula Nuku Unkhair itu menghadirkan Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si, dan Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri RI Dr. Yayan G.H. Mulyana sebagai narasumber.

Selain seminar, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Momerandum Of Understanding (MoU) antara Unkhair dengan Kemenlu RI.

Dalam paparannya, Sultan Tidore mengatakan dengan adanya seminar ini, dapat membuka kembali memori terkait peran dan pentingnya melanesia terhadap penyatuan Negara Indonesia.

Baginya, diskusi terkait melanesia harus terus digaungkan, agar negara juga dapat memberikan keadilan dan turut melihat bagaimana peran melanesia dalam proses menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Seminar ini juga bisa memberikan dan mengingatkan kembali ke anak cucu kita bagaimana pentingnya peranan melanesia.” Tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemenlu RI menilai pelaksanaan seminar tentang kawasan melanesia ini terbilang relevan dan tepat waktu.

Baginya seminar ini akan membantu konektivitas Provinsi Maluku Utara ke kawasan melanesia, dan Unkhair akan menjadi lembaga kunci yang memainkan peranan pentingnya.

“Ini sangat penting dan agendanya luas, tak hanya terkait ekonomi pembangunan tetapi pada sektor budaya yang merupakan salah satu elemen perekat.” Jelasnya.

Kemudian, ia juga menuturkan akan melakukan kolaborasi program-program lainnya sebagai langkah tindak lanjut dari seminar melanesia ini.

“Ini baru permulaan, langkah-langkah progmatik dan kolaborasi akan sangat berarti.” Katanya.

Ditempat yang sama, Rektor Unkhair M. Ridha Ajam, M.Hum menjelaskan seminar melanesia ini akan di desain dalam program besar selanjutnya, salah satunya peran-peran ras melanesia.

Selain itu, ia mengaku pihaknya akan mendorong Provinsi Maluku Utara sebagai episentrum ekonomi, budaya, hingga Sumber Daya Alam (SDA) melalui program melanesia ini.

“Kita akan segera membicarakan program implementatif, peran Maluku Utara sangat penting. Aspek ekonomi dan lainnya akan kita dorong sebagai bahan pertimbangan kebijakan negara, supaya ada keberpihakan.” Jelasnya

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan