27 Mahasiswa UGM Jalankan KKN-PPM di Pulau Hiri, Dorong Wisata Budaya, UMKM, dan Lingkungan Berkelanjutan
TERNATE – Sebanyak 27 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari berbagai fakultas akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate. Selama 50 hari, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat di empat kelurahan, yakni Togolobe, Faudu, Dorari Isa, dan Tomajiko.
Program KKN-PPM yang dilaksanakan melalui Unit Bumi Hiri 2026 mengusung tema “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Lokal Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Digitalisasi melalui Promosi Wisata Budaya, Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara.”
Melalui tema tersebut, mahasiswa akan berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah melalui berbagai program yang berfokus pada sektor pariwisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, tim mahasiswa telah menggelar rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, serta sejumlah tokoh masyarakat Pulau Hiri pada 23 Mei 2026 secara daring melalui Google Meet. Dalam pertemuan tersebut, Rizal menyambut baik kehadiran mahasiswa UGM dan berharap program-program yang dijalankan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Pulau Hiri.
Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit), Drajat Hanun Prakoso, mengatakan bahwa tim telah melakukan berbagai persiapan menjelang keberangkatan ke lokasi KKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di Pulau Hiri bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi juga membangun ruang kolaborasi antara pengetahuan akademik dan kearifan lokal masyarakat.
“Kami hadir di Hiri bukan hanya untuk menjalankan program pengabdian, tetapi juga untuk belajar dari kehidupan, budaya, dan kearifan lokal yang telah tumbuh dan dijaga oleh masyarakat. Melalui perpaduan antara pengetahuan akademik dan pengalaman masyarakat, kami berupaya menghadirkan program-program yang relevan dan bermanfaat bagi kebutuhan setempat,” ujar Drajat.
Ia berharap berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang terbangun selama pelaksanaan KKN dapat memberikan dampak yang berkelanjutan serta memperkuat semangat pemberdayaan masyarakat.
“Dengan demikian, Pulau Hiri diharapkan dapat terus berkembang sebagai wilayah yang maju, mandiri, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitasnya.” Harapnya.
Persiapan menuju penerjunan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tim. Di tengah berbagai tantangan dalam penyusunan program kerja, para mahasiswa tetap menunjukkan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat Pulau Hiri. Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Sumaryono, yang mendampingi tim sejak tahap awal persiapan.
“Melalui sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah, program KKN-PPM UGM di Pulau Hiri diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan wisata budaya, penguatan sektor UMKM, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan demi mendukung kemajuan wilayah kepulauan tersebut.” Tutupnya.
Penulis: Denailah Alisha Fatha
