Empat Tahun Berjalan, Program Home Visit SMPN 5 Ternate Tekan Risiko Putus Sekolah
Ternate, Kalesang – SMP Negeri 5 Ternate terus memperkuat upaya pencegahan putus sekolah melalui program home visit atau kunjungan langsung ke rumah siswa. Program yang telah berjalan lebih dari empat tahun itu menjadi salah satu strategi sekolah untuk memastikan seluruh peserta didik tetap memperoleh hak pendidikan.
Kepala SMP Negeri 5 Ternate, Rusmiati Talaba, mengatakan program tersebut menyasar siswa yang menghadapi berbagai kendala, mulai dari persoalan ekonomi keluarga, kondisi rumah tangga yang tidak harmonis, hingga hambatan dalam mengikuti proses pembelajaran.
Menurut Rusmiati, kunjungan rumah dilakukan bukan hanya untuk memantau perkembangan siswa, tetapi juga membangun komunikasi dengan orang tua agar tetap mendukung pendidikan anak.
“Fokus utama kami adalah memastikan anak-anak tetap bersekolah dan tidak berhenti di tengah jalan. Selain itu, kami ingin memberi pemahaman kepada orang tua bahwa pendidikan anak harus tetap menjadi prioritas dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan program, tim sekolah kerap menemukan kasus siswa dengan latar belakang keluarga yang cukup kompleks. Kondisi ekonomi yang terbatas juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi membuat siswa menghentikan pendidikan.
Sebagai bentuk dukungan, pihak sekolah pada tahun lalu turut membantu sekitar 20 siswa dengan menyediakan perlengkapan sekolah berupa tas, seragam batik, hingga seragam olahraga.
Rusmiati mengungkapkan, tim home visit bahkan pernah melakukan penjemputan terhadap seorang siswa kelas IX yang tidak lagi mengikuti kegiatan belajar menjelang pelaksanaan ujian.
Setelah ditelusuri, siswa tersebut berada di Pulau Hiri. Tim sekolah kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pendekatan bersama keluarga agar siswa kembali melanjutkan pendidikan.
“Setelah kami bertemu dengan orang tuanya dan memberikan pendampingan, akhirnya siswa tersebut kembali dan bisa mengikuti ujian,” katanya.
Tidak hanya di wilayah perkotaan, guru-guru SMP Negeri 5 Ternate juga melakukan kunjungan hingga ke daerah pegunungan serta area pasar untuk menemui siswa yang mengalami kendala.
“Walaupun harus menempuh kondisi cuaca yang kurang mendukung, kami tetap turun langsung karena yang terpenting anak-anak tetap sekolah,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan guru bimbingan konseling serta tenaga psikolog sekolah guna membantu proses pendampingan terhadap siswa dan orang tua.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Ternate karena dinilai berhasil memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menjaga keberlangsungan pendidikan siswa.
