Sang Putri Alami Kecelakaan, Buruh Gerobak Dorong di Ternate Minta Bantuan Pemerintah dan Dermawan
9 Hari Dirawat Jalani Operasi Kepala
TERNATE (kalesang) — Malang benar nasib Sulendang Ahmad. Gadis remaja itu kini terbaring lemas di bangsal Intensif Care Unit (ICU) RSUD Chasan Bosoerie Ternate, Maluku Utara, pasca menjalani operasi kepala akibat pendarahan otak yang dialaminya usai terjatuh dari sepeda motor.
Sulendang berdomsili di lingkungan Tanah Misi, Kelurahan Bastiong Talangame. Ayahnya berprofesi sebagai buruh gerobak dorong di Pelabuhan Perikanan Bastiong Kota Ternate, sementara sang ibu hanya ibu rumah tangga biasa. Mereka kini hanya bisa pasrah menanti bantuan.
Ahmad sang ayah menuturkan anak perempuannya itu terjatuh saat dibonceng Amira kakaknya, Senin (11/9/ 2023) di Desa Kusu Sinopa, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.
Saat itu Sulendang bersama sang kakak memang tengah berkunjung ke Desa Kusu Sinopa hendak menghadiri tahlilan kakek mereka. Saat itu Sulendang dan kakaknya hendak meminjam kompor dari rumah keluarga mereka.
Namun sedihnya, saat hendak kembali ke rumah Sulendang yang ditugasi memegang oven (alat bakar kue) tiba-tiba terjatuh dari sepeda motor. Usai jatuh Sulendang tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Chasan Boesoerie.
Tiba di rumah sakit Sulendang langsung menjalani operasi kepala. “Dia (Sulendang) pegang oven, lalu amira bawa motor. Belum jauh tiba-tiba langsung jatuh ke aspal,”cerita Ahmad, Selasa (19/9/2023).
Sedihnya, kepada wartawan, Ahmad mengaku tak memiliki uang untuk membayar biaya perawatan rumah sakit. Sementara keluarganya tak memiliki asuransi kesehatan. “Saya bingung bagaimana membayar tagihan rumah sakit.”Ungkap Ahmad denga mata berkaca menahan kesedihan.
Meski ia belum mengetahui secara pasti berapa tagihan yang harus dibayar nanti, namun dari hitungan sederhana, sejak menjalani perawatan 9 hari lalu, nilai tagihan pasti jutaan rupiah.
“Saya mohon kepada pemerintah atau ada dermawan yang bisa bantu saya untuk membayar biaya perawatan anak saya. Saya tak tahu lagi harus bagaimana.”Pinta Ahmad (*)
Redaktur: Junaidi Drakel
