Membaca Realitas

Dinilai Tidak Sportif, Panitia Kapolda Maluku Utara Cup Dihujani Protes

 

TERNATE (kalesang) – Turnamen Mini Soccer Kapolda Maluku Utara (Malut) Cup I antar objek vital nasional (Obvitnas) dan objek tertentu (Obter) dihujani protes.

Protes ini berlangsung di lapangan Mini Soccer R26 Ternate, karena pihak panitia dinilai tidak sportif dengan hasil tectical mating yang dilakukan di ruang rapat utama (Rupatama) Polda Malut sebelumnya.

Salah satu Manager PT. Harita Nickel dalam pertemuan yang berlangsung di Mini Soccer R26 Akehuda Ternate menyatakan, keputusan panitia dalam turnamen mini coccer sudah lari dari kesepakatan mating.

Kata dia, dalam meting sebelumnya, disepakati bahwa setiap tim yang bertanding dibolehkan menggunakan pemain dari luar perusahaan, namun pada laga kedua turnamen Kapolda Cup peraturan yang dibahas sudah berubah atau dibatalkan.

“Kami Harita B mengalami kekalahan pada laga pertama, jadi kita tetap protes sehingga kemanangan berpihak pada kita (Harita) bukan pada Iwip.” Tegas salah satu Manager Harita, Jumat (3/11/2023).

Bahkan, Harita juga bersikukuh tidak akan melanjutkan pertandingan jika pihak panitia tidak mengambil keputusan yang jelas.

“Kami dari Harita tidak akan melanjutkan sebelum ada keputusan jelas dari panitia.” Ucapnya.

Sementar itu, Ketua panitia Kapolda Malut Cup I lintas perusahan, Jeremy Teo mengatakan, hasil kesepakatan untuk 20 persen pemain di luar pihak perusahaan yang disepakati dalam tactical mating diputuskan tidak berlaku.

“Untuk 20 persen mulai malam ini tidak berlaku lagi.” Pungkasnya.

Sekadar informasi, tiga tim yang berlaga pada turnamen Kapolda Cup tidak melanjutkan pertandingan di antaranya adalah Komunitas Jurnalis Hukrim, WKM dan HSM sehingga dilanjutkan dengan laga persahabatan antara Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Malut dengan Harita A.(tr-01)

 

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel